indonews

indonews.id

Netanyahu Perintahkan Operasi Militer Intensif di Tepi Barat Usai Bentrokan Mematikan

Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel kembali meningkat setelah bentrokan antara warga Palestina dan pemukim Israel menewaskan sedikitnya lima orang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian memerintahkan peningkatan operasi militer di sejumlah wilayah Palestina.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel kembali meningkat setelah bentrokan antara warga Palestina dan pemukim Israel menewaskan sedikitnya lima orang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian memerintahkan peningkatan operasi militer di sejumlah wilayah Palestina.

Sedikitnya 15 kendaraan militer Israel dikerahkan ke Nablus, lokasi terjadinya bentrokan mematikan antara warga Palestina dan pemukim Israel yang didukung pasukan Israel pada Jumat.

Pasukan Israel juga mengepung dan memasuki Rumah Sakit Spesialis Nablus. Wakil Ketua Dewan Direksi rumah sakit, Dani al-Masri, mengatakan kepada kantor berita WAFA bahwa tentara Israel menyerbu unit gawat darurat, menganiaya tenaga medis, serta memborgol sejumlah dokter dan perawat.

Menurut laporan WAFA, kendaraan militer Israel memasuki Nablus melalui pos pemeriksaan militer Huwwara dan bergerak menuju rumah sakit. Saat laporan tersebut disampaikan, rumah sakit masih berada dalam kepungan pasukan Israel.

Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan telah memerintahkan militer untuk mengambil sejumlah tindakan sebagai respons atas berbagai insiden di Tepi Barat dalam 24 jam terakhir.

Salah satu perintah tersebut adalah menghancurkan rumah orang-orang yang diduga terlibat dalam penembakan di sekitar Desa Tell.

“Penghancuran rumah tersangka dalam serangan penembakan pagi ini di dekat desa Tell,” demikian isi pernyataan bersama Netanyahu dan Katz.

Bentrokan tersebut menyebabkan sedikitnya empat warga Palestina dan satu warga Israel tewas. Insiden bermula setelah sekelompok pemukim Israel memasuki wilayah yang disebut sebagai area terlarang tanpa koordinasi dengan militer.

Militer Israel menyebut tindakan para pemukim tersebut berbahaya. Radio militer Israel juga melaporkan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan penembakan terhadap warga Israel tidak direncanakan.

Netanyahu dan Katz juga memerintahkan operasi militer intensif di desa-desa yang oleh Israel disebut sebagai pusat teror. Operasi itu mencakup penyitaan senjata, pencabutan izin kerja, serta tindakan keamanan lainnya.

Selain itu, Israel berencana menambah pasukan di berbagai wilayah Tepi Barat, memisahkan jalur lalu lintas, serta membangun pos pemeriksaan tambahan.

Pemerintah Israel juga menyatakan akan mempercepat legalisasi pos-pos permukiman pertanian dan membangun pos permukiman baru. Pasukan keamanan Israel diminta dapat beroperasi secara bebas dengan menggunakan kekuatan maksimal.

Empat Warga Palestina Tewas

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan sedikitnya empat warga Palestina tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan di Kota Tell, barat daya Nablus. Tiga dari korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Menurut laporan tersebut, sejumlah pemukim Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina dan melepaskan tembakan menggunakan peluru tajam.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 86 warga Palestina telah tewas di berbagai wilayah Tepi Barat sejak awal 2026. Sebanyak 21 di antaranya dilaporkan tewas akibat tembakan pemukim Israel.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan tindakan keras terhadap desa yang disebutnya berkaitan dengan penembakan mematikan di sekitar pos permukiman Havat Gilad.

“Saya menuntut IDF bertindak dengan tangan besi terhadap desa tempat tinggal para pelaku pembunuhan beserta wilayah sekitarnya,” tulis Smotrich melalui akun media sosial X.

Smotrich juga menyebut komunitas permukiman dan para perintis permukiman sebagai bagian penting dari pertahanan Israel.

Sementara itu, Wali Kota Tell Walid Zidan meminta perlindungan internasional bagi warga desanya. Ia mengatakan sekitar 20 pemukim Israel menyerang desa tersebut pada Jumat pagi sebelum bergerak menuju wilayah Qabala.

Menurut Zidan, warga setempat berusaha melindungi rumah-rumah yang diserang. Situasi kemudian berubah menjadi bentrokan fisik.

Ia membantah narasi bahwa warga Palestina menjadi pihak yang memulai serangan.

“Pemukimlah yang menyerang warga Palestina, menganiaya penghuni rumah, dan merampas tanah,” kata Zidan.

Di sisi lain, layanan darurat Israel menyatakan seorang pemukim Israel tewas dan tiga lainnya terluka dalam bentrokan di dekat Havat Gilad. Dua korban yang mengalami luka serius dievakuasi menggunakan helikopter.

Bentrokan tersebut terjadi setelah sekelompok pemukim Israel memasuki Desa Tell dengan alasan melakukan pendakian. Menurut sumber-sumber Palestina, para pemukim kemudian melepaskan tembakan ke arah rumah warga.

Salah seorang warga Palestina dilaporkan berhasil merebut senjata milik petugas keamanan Israel yang bertugas mengawal para pemukim dan kemudian melepaskan tembakan.

Situasi semakin memburuk setelah pasukan Israel menutup sejumlah akses menuju wilayah tersebut. Warga Palestina yang terluka disebut mengalami kesulitan memperoleh akses menuju rumah sakit karena harus melewati pos pemeriksaan yang ditutup atau dibatasi.

Sementara itu, helikopter dilaporkan dikerahkan untuk mengevakuasi warga Israel yang terluka.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas