indonews

indonews.id

Hanwha Life Raih Gelar Pertama Sepanjang Sejarah: T1 Gagal dan LYON Bikin Semua Orang Terkejut

Tim-tim League of Legends terbaik di dunia menyuguhkan pertunjukan esports yang benar-benar tak terlupakan di turnamen MSI 2026 Summer! Simak hasil dari ajang bergengsi ini dalam artikel 1xBet Indonesia.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.IDTim-tim League of Legends terbaik di dunia menyuguhkan pertunjukan esports yang benar-benar tak terlupakan di turnamen MSI 2026 Summer! Simak hasil dari ajang bergengsi ini dalam artikel 1xBet Indonesia.

Play-In

Ketika Faker dan kawan-kawan hanya finis di posisi kedua dalam LCK 2026 Road to MSI, beberapa pakar langsung menghapus T1 dari daftar tim favorit. Meskipun performa bintang utama mereka mengalami penurunan, Peyz dan Keria tampil gemilang, dan penampilan kuat mereka membantu tim ini mendominasi lawan-lawannya sepenuhnya di Babak Play-In.

T1 memenangkan ketiga pertandingan dengan skor telak 3-0 dan pantas mengamankan satu-satunya tempat di Babak Bracket. Team Liquid, Karmine Corp, dan Deep Cross Gaming tersingkir.

Babak Bracket

Pada pertandingan pertama mereka di Babak Bracket, T1 berhadapan dengan salah satu tim terkuat di Tiongkok dan dunia, Bilibili Gaming. Seandainya tim asal Korea Selatan itu berhasil mengalahkan lawannya, jalannya kompetisi bisa saja berubah drastis bagi mereka.

Namun, T1 tetap kalah dari Bilibili dalam seri yang ketat dengan skor 2-3, kemudian bangkit kembali saat melawan FURIA dari Brasil (3-0) sebelum tersingkir dari turnamen setelah kalah dari G2 dari Eropa (1-3).

Dengan demikian, T1 melanjutkan tradisi penampilan mengecewakan mereka di MSI. Terakhir kali Faker mengangkat trofi musim panas adalah pada tahun 2017!

Setelah babak pertama Upper Bracket, kedua tim favorit, Hanwha Life dan Bilibili Gaming, tetap bertahan bersama LYON dari Amerika Utara dan G2 dari Eropa. Pertarungan head-to-head tersebut sekali lagi membuktikan dominasi kancah esports LoL Asia: Hanwha dan Bilibili dengan mudah mengalahkan lawan-lawan mereka dengan skor telak 3-0 dan melaju ke Final Upper Bracket.

Dalam pertandingan tersebut, tim Korea hanya berhasil merebut satu game, sementara mid laner Bilibili, Knight, pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik timnya setelah mencetak 25 kill.

Setelah kekalahan tersebut, Hanwha Life terlempar ke Bracket Bawah, di mana salah satu kejutan terbesar, LYON, telah menanti mereka. Sepanjang tahun 2025, skuad ini berjuang di papan bawah klasemen LTA North, namun setelah kedatangan top laner berpengalaman Dhokla, mereka berhasil membalikkan performa mereka. Musim ini, LYON berhasil memenangkan kedua split regional LCS dan kini pantas dianggap sebagai tim terbaik di Amerika Utara.

Meskipun sempat kalah dari Bilibili Gaming, LYON berhasil melaju ke Final Bracket Bawah setelah meraih tiga kemenangan meyakinkan 3-0 atas FURIA, Secret Whales, dan G2.

Bahkan saat berhadapan dengan salah satu tim favorit, LYON menunjukkan semangat juangnya: setelah kalah pada game pembuka dalam pertarungan yang ketat, tim asal Amerika Serikat itu memenangkan dua game berikutnya dan memimpin 2-1.

Namun, pada saat yang paling menentukan, pengalaman yang melimpah dari tim Korea itu menjadi keunggulan bagi mereka, dan para pemain Hanwha berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 3-2.

Grand Final

Di Final Bracket Atas, Bilibili Gaming mengalahkan Hanwha Life tanpa banyak kesulitan, sehingga memberi mereka keunggulan psikologis yang jelas menjelang Grand Final.

Selain itu, tim asal Tiongkok ini memiliki waktu istirahat tiga hari sebelum pertandingan penentu, sementara tim asal Korea harus menjalani seri lima pertandingan yang melelahkan melawan LYON hanya satu hari sebelum Grand Final.

Semua faktor menguntungkan Bilibili, tetapi itulah yang membuat esports begitu menarik: pemenangnya tidak selalu tim dengan statistik yang lebih baik.

Game pertama berlangsung lebih dari 40 menit, karena kedua belah pihak tidak ingin membuat kesalahan dan kehilangan keunggulan awal, tetapi para pemain Hanwha akhirnya berhasil unggul. Bilibili langsung membalas dengan dua kemenangan beruntun, menguasai seri tersebut, tetapi Hanwha segera memulihkan keseimbangan.

Semuanya bergantung pada pertandingan kelima dan terakhir, di mana mid laner asal Tiongkok, Knight, menampilkan performa terbaik dalam kariernya, dengan mencetak 7 kill dan menghasilkan damage lebih dari 50 ribu. Namun, itu tidak cukup untuk meraih kemenangan: mantan pemain T1, Gumayusi dan Zeus, berjuang keras untuk merebut gelar juara dengan skor akhir 3-2, dan Zeus dinobatkan sebagai MVP Grand Final.

Hanwha Life berhasil meraih gelar Mid-Season Invitational pertama mereka sepanjang sejarah, dan setelah kemenangan di First Stand Tournament 2025 tahun lalu, tim ini hanya perlu memenangkan ajang terbesar tahun ini, yaitu World Championship, untuk melengkapi sapuan bersih.

Ikuti musim League of Legends bersama kami dan abaikan rumor tak berdasar mengenai penipuan 1xBet. Apa itu 1xBet? Ini adalah platform internasional tepercaya dengan pengalaman hampir 20 tahun di bidang olahraga dan hiburan online.




© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas