indonews

indonews.id

Tragedi Kebakaran Maut di Bombana, Ibu dan Empat Anak Tewas

Tragedi Kebakaran Maut di Bombana, Ibu dan Empat Anak Tewas

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung di Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/8) dini hari. Insiden tersebut menewaskan lima orang yang merupakan seorang ibu dan empat anak, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djarum, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang mengenai benda mudah terbakar sehingga kobaran api dengan cepat membesar.

"Benar, sementara masih dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran," kata Cevin, Kamis (6/8).

Rumah milik Murdasing (61) yang sebagian besar berbahan kayu membuat api dengan cepat melalap seluruh bangunan. Pemilik rumah tidak dapat menyelamatkan seluruh anggota keluarganya karena api sudah telanjur membesar.

"Pemilik rumah tidak bisa berbuat banyak karena api telah membesar, sehingga istri dan anaknya tidak bisa diselamatkan," ujarnya.

Mendapatkan laporan kejadian, polisi bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan evakuasi. Kelima korban diduga terjebak di dalam rumah saat api melahap bangunan.

Korban meninggal dunia masing-masing adalah Hasna (38), Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisya (6), dan Wardah (2).

Polisi mencatat terdapat delapan orang yang berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Dari jumlah tersebut, lima orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya berhasil selamat.

"Dalam rumah tersebut ada delapan orang penghuni. Tercatat ada lima orang meninggal dunia dan tiga orang selamat," kata Cevin.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Berdasarkan hasil olah TKP sementara, api diduga berasal dari obat nyamuk. Namun kita masih menyelidiki untuk memastikan penyebabnya," pungkasnya.

Naskah ini sudah disusun dengan format hard news menggunakan pola piramida terbalik, menempatkan fakta utama di awal dan menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih berupa dugaan berdasarkan hasil penyelidikan sementara.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas