Polisi Akan Periksa Eks Ketua Yayasan Terkait Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Pondok Pinang
Polda Metro Jaya akan meminta keterangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial IWD, terkait temuan ratusan senjata di lingkungan yayasan tersebut.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Polda Metro Jaya akan meminta keterangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial IWD, terkait temuan ratusan senjata di lingkungan yayasan tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan dilakukan karena IWD merupakan mantan pengurus yayasan yang diduga mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut.
"Yang bersangkutan, saudara IW, merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan, sehingga mungkin melihat, menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8).
Menurut Budi, senjata-senjata itu baru ditemukan setelah IWD tidak lagi menjabat sebagai pengurus yayasan. Penemuan bermula ketika pengurus baru melakukan pemindahan barang dari gudang yayasan.
"Setelah 2026, yang bersangkutan sudah tidak menjadi pengurus kembali di dalam suatu yayasan, dan pihak pengelola yayasan yang baru meminta untuk seluruh barang dipindahkan ataupun dikeluarkan," ujarnya.
Saat proses pemindahan, pengurus menemukan sejumlah benda yang diduga merupakan senjata api maupun jenis senjata lainnya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.
"Melihat lah ada dalam bentuk wujud-wujud senjata diduga senjata api ataupun senjata lainnya, ini melaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan dan dilakukan pendalaman dan penindakan," tutur Budi.
Selain meminta keterangan dari IWD, penyidik juga akan mendalami legalitas kepemilikan, asal-usul, serta alasan penyimpanan senjata-senjata tersebut di lingkungan yayasan.
"Kita akan mengundang saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan, termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan," katanya.
Sebelumnya, polisi menemukan ratusan senjata berbagai jenis di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan temuan itu didominasi airsoft gun.
"Temuan airsoft gun sebanyak 995, terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan jenis pistol airsoft gun sebanyak 215," ujar Joko.
Selain itu, polisi juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Dalam penggeledahan lanjutan pada Rabu (5/8), polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun berjenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.
Joko mengatakan senjata api beserta laras panjang telah diamankan di Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, seluruh airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain senjata, polisi juga menemukan barang yang diduga narkotika berupa dua linting ganja dan satu paket sabu. Kasus tersebut kini ditangani Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.