Viral Klaim Masuk TNI Tanpa Tes Lewat Pramuka Garuda, Ini Respons Resmi Mabes TNI
Mabes TNI menegaskan sertifikat Pramuka Garuda tidak membuat seseorang dapat diterima menjadi prajurit tanpa mengikuti proses seleksi. Dokumen tersebut hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam tahapan administrasi penerimaan calon prajurit.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Mabes TNI menegaskan sertifikat Pramuka Garuda tidak membuat seseorang dapat diterima menjadi prajurit tanpa mengikuti proses seleksi. Dokumen tersebut hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam tahapan administrasi penerimaan calon prajurit.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan seluruh dokumen prestasi, termasuk sertifikat Pramuka Garuda, dapat memberikan nilai tambah bagi peserta seleksi. Namun, dokumen tersebut bukan menjadi penentu kelulusan.
"Dokumen prestasi akan memberikan nilai lebih secara administrasi. Akan tetapi keputusan diterimanya seseorang menjadi prajurit TNI, tetap dengan perimeter sesuai Peraturan Panglima Nomor 179 Tahun 2025 tentang Penyediaan Prajurit Sukarela TNI," kata Nas saat dihubungi, Jumat (7/8).
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas pernyataan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso yang menyebut pemegang sertifikat Pramuka Garuda dapat mengikuti rekrutmen TNI dan Polri tanpa tes.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono juga menyampaikan bahwa kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tingkat nasional, termasuk Pramuka Garuda, dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
"Berdasarkan ketentuan penerimaan prajurit yang berlaku saat ini, kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tingkat nasional, termasuk Pramuka Garuda, menjadi nilai tambah dalam proses seleksi dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pada tahapan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Donny, Kamis (6/8).
Meski demikian, Donny menegaskan seluruh calon prajurit tetap wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga seleksi lanjutan lainnya.
Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan untuk memastikan setiap prajurit yang diterima memenuhi standar kualitas, kompetensi, dan kesiapan yang dibutuhkan TNI AD.
"TNI AD terus mendukung sinergi dengan Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Ke depan, implementasi berbagai bentuk kerja sama tentunya akan terus dikoordinasikan dengan pihak Kwarnas agar dipahami secara sama dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso atau Buwas menyatakan sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses rekrutmen TNI dan Polri. Menurutnya, pemegang sertifikat tersebut berkesempatan mengikuti seleksi tanpa tes sesuai ketentuan yang telah disepakati.
"Setiap Pramuka Garuda, yang dari Penegak memenuhi syarat sebagai Pramuka Garuda, bila mau jadi polisi bisa langsung tanpa tes. Ke TNI juga begitu, termasuk perguruan tinggi, dan sekarang itu sudah berjalan," kata Buwas usai ziarah ke Makam Bung Karno, Selasa (4/8).
Buwas menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Kwarnas dengan TNI, Polri, serta sejumlah perguruan tinggi. Menurutnya, mekanisme rekrutmen melalui jalur Pramuka Garuda juga telah disempurnakan agar sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di masing-masing institusi.