Xavi Hernandez Dipercaya Latih Timnas Belanda, Ada Sosok Hebat di Balik Terpilihnya
Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih baru timnas Belanda menggantikan Ronald Koeman yang gagal membawa Belanda juara di Piala dunia 2022 dan 2026.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID-Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih baru timnas Belanda menggantikan Ronald Koeman yang gagal membawa Belanda juara di Piala dunia 2022 dan 2026.
Penunjukan Xavi oleh Nederlandse Voetbalbond (KNVB) atau Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda tidak hanya berdasarkan pada reputasi mantan pemain Barcelona itu.
Namun ada empat sosok hebat yang membentuk kepribadian Xavi yang dinilai cocok untuk melatih timnas Orange itu.
Xavi Hernandez, mantan pemain Baracelona, diikat kontrak dengan KNVB hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan ini menjadi langkah besar bagi Belanda untuk membangun tim dengan gaya bermain menyerang dan mengutamakan penguasaan bola.
Diakui sendiri oleh Xavi mengapa ia dipercaya KNVB, bukan sosok lailn. Prestasi Xavi memang tidak diragukan.
Lahir di Terrassa, Barcelona, Catalunya, Xavi adalah produk dari La Masia, akademi sepak bola remaja FC Barcelona.
Ia bergabung pada usia 11 tahun setelah sebelumnya bermain di UFB Jàbac Terrassa dan Terrassa FC.
Xavi mengklaim dibesarkan di akademi Barcelona dengan pengaruh besar Johan Cruyff dan Rinus Michels.
Lahir dengan nama lengkap Xavier Hernández Creus pada 25 Januari 1980, ia telah meraih banyak penghargaan di dunia sepak bola.
Antara lain, bersama Spanyol, Xavi memenangkan Kejuaraan Dunia Remaja FIFA pada tahun 1999, dan meraih medali perak pada Olimpiade 2000.
Setelah melakukan debut di tim senior pada tahun 2000, ia lalu bermain sebanyak 133 kali untuk negaranya, dan merupakan sosok yang berpengaruh dalam kesuksesan tim.
Ia memainkan peran integral dalam kemenangan Spanyol di Piala Dunia FIFA 2010, serta kemenangan mereka di Kejuaraan Eropa UEFA 2008 dan Kejuaraan Eropa UEFA 2012.
Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen pada Kejuaraan Eropa UEFA 2008 dan menjadi bagian dari Tim Terbaik Turnamen Kejuaraan Eropa UEFA pada 2008 dan 2012.
Ia menciptkan dua assist pada Final Kejuaraan Eropa UEFA 2012, Xavi menjadi pemain pertama yang mencatatkan assist di dua final Kejuaraan Eropa yang berbeda, setelah sebelumnya membuat assist untuk satu-satunya gol di laga final tahun 2008.
Xavi dianugerahi penghargaan Playmaker Terbaik Dunia IFFHS sebanyak empat kali, semuanya berturut-turut antara 2008 hingga 2011.
Namanya masuk dalam FIFA FIFPro World XI sebanyak enam kali: 2008 hingga 2013, dan Tim Terbaik Tahunan UEFA lima kali: 2008 hingga 2012.
Pada tahun 2020, Xavi masuk dalam Tim Impian Ballon d`Or, sebelas pemain terbaik sepanjang masa yang diterbitkan oleh majalah France Football.
Xavi dianugerahi Penghargaan Pangeran Asturias pada tahun 2012, dan ia memenangkan 32 trofi sepanjang kariernya, hal tersebut menjadikannya sebagai pemain Spanyol yang paling banyak mendapat penghargaan sepanjang sejarah.
Ia berada di belakang mantan rekan setimnya Andrés Iniesta. Setelah pensiun, Xavi beralih menjadi pelatih, dan ia diangkat sebagai manajer di klub Liga Bintang Qatar Al Sadd pada Mei 2019.
Pada November 2021, Xavi diangkat sebagai manajer di bekas klubnya Barcelona.
Kini dia ditunjuk untuk mengemban amanat lebih besar yaitu menangani timnas Belanda.
"Merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," katanya.
Ada Sosok Hebat di Balik Terpilihnya
Xa merasa kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan semata-mata karena kehebatanya sendiri.
Diamenyampaikan bahwa dirinya tidak lepas dari beberapa sosok pemain besar asal Belanda yang telah membentuk dirinya. Ia menyebut antara lain Johan Cruyff, Rinus, Louis van Gaal dan Frank Rijkaard Michels.
"Sebagai seseorang yang dibina di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari, antara lain, Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, saya adalah putra sepak bola Belanda," kata Xavi dikutip dari laman KNVB.
Johan Cruyff adalah legenda sepak bola asal Belanda yang lahir pada 25 April 1947 dan wafat pada 24 Maret 2016.
Ia sangat terkenal sebagai pemain dan pelatih hebat, serta menjadi tokoh penting di balik filosofi Total Football dan pendiri fondasi gaya main modern Barcelona.
Cruyff meraih penghargaan pemain terbaik dunia Ballon d`Or tiga kali pada 1971, 1973, dan 1974. Ia membawa klub Ajax menjuarai tiga Piala Eropa beruntun dan membawa tim nasional Belanda menjadi runner-up Piala Dunia 1974.
Cruyff sukses menjadi pelatih Barcelona dan membentuk tim impian (Dream Team). Di tim Barcelona inilah Xavi dibentuk.
Cruyff juga tak lepas dari Rinus Michels dalam hal mengenalkan taktik Total Football. Sosok ini juga mencetuskan sistem akademi La Masia yang melahirkan banyak pemain bintang dan menjadi inspirasi bagi gaya main Tiki-Taka dan pelatih-pelatih top dunia masa kini.
Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai sosok yang turut membentuk dirinya. Van Gaal bahkan menjadi pelatih yang memberikan Xavi debut bersama tim utama Barcelona pada 1998.
Sementara itu, Direktur Elite Football KNVB Nigel de Jong menilai Xavi merupakan sosok yang tepat untuk membawa Belanda memasuki era baru.
Menurutnya, pengalaman Xavi sebagai pemain dan pelatih sangat sesuai dengan filosofi sepak bola Belanda.
Sebagai pemain, Xavi merupakan salah satu gelandang terbaik generasinya. Ia menghabiskan 17 musim bersama Barcelona dan memenangkan delapan gelar liga serta empat Liga Champions.
Bersama Spanyol, Xavi juga meraih Piala Dunia 2010 dan dua gelar Piala Eropa pada 2008 serta 2012.
Kini, ia dituntut membawa pengalaman tersebut ke Timnas Belanda. Xavi ingin membangun tim yang bermain dominan, kreatif, menyerang, tetapi tetap memiliki fleksibilitas menghadapi sepak bola modern.