Prabowo Dorong Motor Listrik Murah, Produksi Nasional Ditargetkan 2 Juta Unit
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan produksi motor listrik nasional hingga mencapai 2 juta unit. Target tersebut disampaikan setelah industri kendaraan listrik dalam negeri berhasil memproduksi 20 ribu unit motor listrik.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan produksi motor listrik nasional hingga mencapai 2 juta unit. Target tersebut disampaikan setelah industri kendaraan listrik dalam negeri berhasil memproduksi 20 ribu unit motor listrik.
“Sekarang kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo saat peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Prabowo meminta seluruh pihak mendukung pengembangan industri motor listrik nasional, termasuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat peningkatan produksi di dalam negeri.
“Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung, tadi kita bicarakan,” ujarnya.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah akan mendorong pembiayaan motor listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Prabowo mengatakan pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan hingga kemungkinan pembelian motor listrik tanpa uang muka (DP).
“Kita akan turunkan bunga-bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” kata Prabowo.
Menurut dia, kemudahan pembiayaan diperlukan untuk mempercepat peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Penggunaan motor listrik juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya operasional.
Prabowo menyebut penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk mobilitas sehari-hari setidaknya 50 persen, bahkan hingga 70 persen, berdasarkan perhitungan yang disampaikan pemerintah.
Presiden juga menilai transisi kendaraan listrik semakin relevan seiring berkembangnya kebijakan pengendalian emisi di berbagai negara. Ia mencontohkan penerapan pajak karbon dan pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kota-kota besar seperti Beijing.
Di sisi lain, pemerintah akan menyiapkan skema bagi masyarakat yang sudah memiliki motor berbahan bakar bensin. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah program tukar tambah kendaraan lama dengan motor listrik baru.
“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Motor yang lama dapat motor baru, ya tambah dikitlah,” ujar Prabowo.
Dengan berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap produksi motor listrik nasional terus meningkat sekaligus memperkuat industri dan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.