indonews

indonews.id

Mobil Masuk Jurang! Kronologi 12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, Diduga Akibat Rem Blong

Mobil Masuk Jurang! Kronologi 12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, Diduga Akibat Rem Blong

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Mobil Masuk Jurang! Kronologi 12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, Diduga Akibat Rem Blong
Mobil bak terbuka yang mengalami kecelakaan hingga masuk jurang saat membawa belasan mahasiswa KKN Unhas Makassar dievakuasi warga di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Kamis (13/8/2026).(Dokumentasi/Warga)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026). Kecelakaan terjadi setelah mobil pikap yang mereka tumpangi diduga mengalami rem blong saat melintas di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe sekitar pukul 14.00 WITA.

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan kecelakaan yang melibatkan rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 tersebut.

“Rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal yang cukup serius pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA,” ujar Ishaq, dikutip dari Tribun Timur, Kamis.

Kronologi kecelakaan

Kecelakaan bermula ketika mobil pikap bernomor polisi DD 8999 FO yang membawa 12 mahasiswa mengalami masalah pada sistem pengereman.

Berdasarkan keterangan pengemudi yang diterima pihak Unhas, rem kendaraan tidak berfungsi ketika melintas di wilayah perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe.

Pengemudi kemudian berupaya menghentikan kendaraan dengan membenturkannya ke pohon yang berada di pinggir jalan.

“Menurut informasi pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan,” kata Ishaq.

Namun, benturan tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Mobil kemudian terbalik dan berguling hingga masuk ke sisi jalan yang lebih rendah.

Mahasiswa langsung dievakuasi

Sesaat setelah kecelakaan, seluruh mahasiswa dievakuasi ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri Fatimah Nurdin, berada tidak jauh dari lokasi ketika mendapat informasi mengenai kecelakaan tersebut. Ia kemudian menuju lokasi dan menghubungi Public Safety Center (PSC).

“Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance,” ujar Putri.

Setelah mendapat penanganan awal, seluruh mahasiswa dibawa ke RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD).

Kondisi 12 mahasiswa

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi para mahasiswa secara umum berangsur membaik. Lima mahasiswa dinyatakan sehat dan stabil, sedangkan empat lainnya mengalami cedera ringan.

Tiga mahasiswa menjalani observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan menggunakan X-ray. Dari pemeriksaan tersebut, dua mahasiswa diketahui mengalami keseleo pada bagian kaki, sementara satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.

Pada Kamis malam sekitar pukul 21.45 WITA, sebanyak 10 mahasiswa telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Dua mahasiswa lainnya sebenarnya juga telah mendapat izin untuk pulang. Namun, keduanya diminta tetap beristirahat di rumah sakit karena saat itu sedang tertidur.

Keduanya direncanakan dijemput dan dibawa kembali ke Makassar pada Jumat (14/8/2026).

Terjadi saat KKN memasuki tahap akhir

Kecelakaan terjadi ketika rangkaian KKN Unhas Gelombang 116 memasuki tahap akhir. Sebelum kecelakaan, mahasiswa KKN yang berposko di Desa Kayu Loe mengikuti kegiatan penutupan yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.

Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian kembali menuju posko masing-masing. Dalam perjalanan itulah kecelakaan terjadi.

Kegiatan penutupan dan penarikan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di sejumlah daerah berlangsung secara bertahap mulai Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).

Untuk mahasiswa KKN yang ditempatkan di Kabupaten Bantaeng, proses penarikan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026).

Selain Bantaeng, penarikan mahasiswa KKN juga berlangsung di sejumlah daerah lain, yakni Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas