Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30 hingga 40 Orang di Gaza Tiap Malam
Menteri Keamanan Israel Dorong Pembunuhan 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyerukan pembunuhan terhadap 30 hingga 40 orang di Jalur Gaza setiap malam. Pernyataan tersebut disampaikan Ben Gvir dalam sebuah podcast bersama mantan sandera Israel di Gaza, Rom Braslavski.
Dalam wawancara tersebut, Ben Gvir mengaku tidak sependapat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebut mengurangi intensitas operasi militer di Gaza. Ia justru mendorong Israel kembali melakukan pembunuhan terarah terhadap puluhan orang setiap malam.
"Saya pikir kita harus melakukan 30 hingga 40 pembunuhan terarah setiap malam," kata Ben Gvir dalam wawancara tersebut. Ia juga menyebut ada orang-orang di Gaza yang menurutnya "tidak layak hidup" dan menggunakan istilah yang merendahkan untuk menggambarkan mereka.
Pernyataan itu disampaikan ketika operasi militer Israel di Gaza dilaporkan mulai berkurang. Ben Gvir, yang merupakan anggota pemerintahan Netanyahu, tidak memiliki kewenangan untuk memerintahkan militer melakukan serangan. Ia mengawasi kepolisian nasional dan sistem penjara Israel.
Dalam wawancara yang sama, Ben Gvir kembali menyerukan perpindahan massal warga Palestina dari Gaza serta pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut.
Ben Gvir mengatakan dirinya memandang seluruh wilayah Gaza sebagai bagian yang seharusnya dimiliki Israel. Ia juga menyerukan pembangunan permukiman Israel di berbagai wilayah Gaza dan mendorong sebanyak mungkin warga Palestina meninggalkan kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Ketegangan mengenai arah operasi militer Israel dan masa depan pemerintahan serta keamanan Gaza masih menjadi bagian utama dalam perundingan.
Seruan Ben Gvir kembali menuai sorotan karena disampaikan secara terbuka oleh pejabat senior pemerintahan Israel. Pernyataan serupa dari politikus sayap kanan Israel sebelumnya juga telah menjadi perhatian dalam pembahasan hukum internasional terkait tuduhan genosida terhadap Israel.
Israel membantah tuduhan genosida dan menyatakan operasi militernya ditujukan terhadap Hamas serta kelompok bersenjata lainnya, bukan terhadap penduduk sipil Palestina.