indonews

indonews.id

Update Gempa Flores NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 71 Orang, Distribusi Bantuan Masih Terkendala

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang. Satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 71 orang. Satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers secara daring melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (19/8/2026).

"Jumlah korban (meninggal dunia) ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini mengucapkan belasungkawa," ujar Berton.

Selain pembaruan jumlah korban jiwa, BNPB menyampaikan perkembangan penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 398 ton bantuan ke wilayah NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 ton bantuan dikirim melalui jalur udara.

Meski demikian, jalur darat masih menjadi moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik-titik logistik menuju lokasi pengungsian.

Berton menjelaskan, kondisi geografis Pulau Flores menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi bantuan. Sejumlah ruas jalan yang terdampak dan kondisi medan membuat penyaluran bantuan harus dilakukan secara bertahap.

"Kita perlu pahami bahwa karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap," kata Berton.

Selain faktor geografis, proses distribusi juga dipengaruhi kondisi akses jalan dari wilayah kecamatan menuju titik-titik pengungsian.

Untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dalam jumlah besar, pemerintah turut mengoptimalkan jalur laut. Salah satunya dengan mengerahkan KRI Bung Hatta.

"Pada tanggal 18 Agustus KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai membawa paket bantuan sembako tenda keluarga tenda pengungsi dan seluruh bantuan yang berasal dari masyarakat," tutur Berton.

Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Berton, distribusi hingga ke tingkat desa masih menghadapi tantangan karena kondisi jalan yang labil dan sejumlah akses memiliki ukuran yang relatif kecil.

"Akses ke desa-desa tidak mudah dan perlu waktu untuk menjangkaunya karena memang kondisi yang labil dari kondisi jalan maupun kecilnya jalan tersebut," ujarnya.

BNPB bersama pemerintah dan kementerian/lembaga terkait terus melakukan penyaluran bantuan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas