indonews

indonews.id

Tak Terbendung, Swiatek Laju ke Semifinal Cincinnati Open

Laju Iga Swiatek ke semifinal Cincinnati Open 2026 tak terbendung. Duel melawan Elena Rybakina di perempat final Cincinnati Open menjadi momen penuh berkat bagin Swiatek

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador

Jakarta, INDONEWS.ID-Laju Iga Swiatek ke semifinal Cincinnati Open 2026 tak terbendung. Duel melawan Elena Rybakina di perempat final Cincinnati Open menjadi momen penuh berkat bagin Swiatek.

Pasalnya, Rybakina memilih tidak melanjutkan pertarungan lantaran cedera pergelangan kaki kiri pada pertandingan Jumat (21/8) WIB itu.

Dikutip dari WTA, Swiatek sedang unggul 4-1 ketika Rybakina yang melakukan servis pada kedudukan 40-15 mulai mengalami masalah pada pergelangan kaki kirinya setelah gagal menyelesaikan reli di depan net.

"Saya merasa sedikit takut karena saya tidak tahu apakah pernah melihat pemain mengalami cedera seperti itu," kata Swiatek.

Masalah Rybakina terlihat ketika Swiatek mengarahkan pukulan passing ke kakinya.

Petenis Kazakhstan itu gagal mengembalikan bola, lalu memegang kedua lututnya sebelum kesulitan melakukan tolakan saat servis berikutnya.

Setelah mendapat pemeriksaan medis di tengah gim, Rybakina akhirnya memutuskan mengakhiri pertandingan.

"Saya tidak yakin karena dia jelas terlihat tidak baik-baik saja. Tetapi kemudian dia meminta perawatan, jadi saya tidak tahu apakah dia akan kembali atau tidak," ujar Swiatek.

Swiatek mengatakan jeda akibat pemeriksaan medis sempat membuatnya harus menjaga konsentrasi agar ritme permainannya tidak terganggu.

"Saya berusaha tetap fokus dan siap karena jeda seperti itu bisa benar-benar mengganggu ritme dan momentum. Tetapi kemudian saya merasa sangat sedih untuknya," kata juara Toronto tersebut.

Rybakina sendiri mengatakan kalau cedera tersebut sudah dirasakan dalam waktu cukup lama.

Hanya saja ia masih dapat dikendalikan hingga memasuki rangkaian turnamen lapangan keras.

"Pertandingan melawan Magdalena Frech di babak ketiga, dengan pertandingan yang sempat terhenti karena hujan, membuat saya mulai lebih merasakannya. Setelah itu saya benar-benar mengambil satu hari untuk beristirahat," bebernya Rybakina.

Ia mengatakan kondisinya sempat membaik sebelum pertandingan melawan Swiatek, tetapi satu gerakan dan pendaratan yang keliru membuat masalah tersebut kembali muncul.

"Saya berharap bisa mengetahui lebih banyak mengenai masalah ini dalam beberapa hari ke depan," ujar Rybakina.

Swiatek selanjutnya menghadapi Jessica Pegula di semifinal. Petenis Polandia itu unggul 7-5 dalam rekor pertemuan, meskipun Pegula memenangi empat pertemuan mereka di lapangan keras.

"Jessie terlihat berbeda dari saya ketika bermain, tetapi dia memiliki feeling yang hebat dan kemampuan luar biasa untuk memprediksi ke mana lawan akan mengarahkan bola," kata Swiatek.

"Bolanya datang dengan sangat keras dari raketnya dan sulit ditebak. Ini pasti akan menjadi tantangan."

Swiatek juga mewaspadai motivasi Pegula sebagai petenis Amerika Serikat yang tampil di turnamen kandang.

"Petenis Amerika juga biasanya lebih bersemangat bermain di turnamen Amerika, jadi saya akan siap menghadapi versi terbaiknya. Kami sudah memainkan banyak pertandingan ketat dan dia juga pasti senang bermain di sini. Saya akan siap," ujar Swiatek.

Swiatek memburu gelar Cincinnati secara beruntun. Jika berhasil mempertahankan gelarnya, ia akan menjadi petenis putri kedua sejak 2004 yang mampu melakukannya setelah Serena Williams pada 2014 dan 2015.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas