indonews

indonews.id

Pegula Singkirkan Swiatek di Semj Final Cincinnati Open

Langkah Iga Swiatek terhenti di semifinal Cincinnati Open. Ia dihentikan Jessica Pegula dalam pertarungan sengit tiga set, 7-5, 4-6, 6-4, Minggu (23/8).

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador

Jakarta, INDONEWS.ID-Langkah Iga Swiatek terhenti di semifinal Cincinnati Open. Ia dihentikan Jessica Pegula dalam pertarungan sengit tiga set, 7-5, 4-6, 6-4, Minggu (23/8).

Keduanya menghabiskan waktu pertandingan hampir tiga jam. Pegula, unggulan ketiga sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal 1-3 pada set penentuan.

Namun, petenis asal Amerika Serikat itu mampu membalikkan keadaan untuk mengamankan tiket ke final Cincinnati untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.

"Saya merasa kami bermain bagus pada beberapa momen, kemudian tidak bermain bagus pada momen lainnya."

"Jadi, sangat sulit membaca pertandingan ini. Saya sangat senang dengan cara saya menghadapi banyak hal yang terjadi hari ini," kata Pegula dikutip dari WTA.

Kemenangan atas Swiatek menjadi kemenangan tiga set ketiga Pegula secara beruntun dalam empat hari terakhir.

Ia kini mengoleksi 17 kemenangan dalam pertandingan tiga set sepanjang musim 2026, menyamai catatan terbaiknya dalam satu musim yang sebelumnya dibuat pada 2023 dan 2025.

Pegula memiliki catatan 17-5 dalam pertandingan tiga set tahun ini, termasuk 11-2 di lapangan keras.

"Saya pasti akan memecahkan rekor itu karena musim ini bahkan belum mendekati akhir," ujar Pegula.

Pertandingan semifinal tersebut merupakan pertemuan ke-13 antara Pegula dan Swiatek.

Laga sempat tertunda akibat hujan dan kembali terganggu singkat pada awal pertandingan.

Lima gim pertama berlangsung dengan pergantian break sebelum Pegula memimpin 4-2.

Swiatek kemudian memenangi tiga gim berturut-turut untuk berbalik unggul 5-4.

Namun, Pegula kembali mematahkan servis lawannya untuk memimpin 6-5 dan merebut set pembuka setelah pukulan voli Swiatek masuk ke net pada set point.

"Banyak terjadi saling kejar. Saya pikir saya melakukan pekerjaan yang baik untuk tetap fokus pada apa yang ingin saya lakukan untuk memenangkan pertandingan, apa pun yang sedang terjadi," kata Pegula.

Swiatek merespons dengan merebut set kedua 6-4 dan memaksakan pertandingan ke set penentuan.

Pegula kembali tertinggal 1-3, tetapi berhasil menemukan momentumnya untuk mengambil alih pertandingan.

Laga tersebut menghasilkan total 13 break servis.

Pada gim kesembilan set ketiga, Pegula menekan Swiatek hingga mendapatkan tiga break point dan memimpin 0-40.

Setelah tiga peluang awal gagal dikonversi, Pegula akhirnya melakukan break pada kesempatan keempat ketika Swiatek melepaskan forehand melebar dan melakukan kesalahan ganda ketujuhnya.

Pegula menyebut strateginya untuk berdiri dekat garis belakang menjadi salah satu kunci kemenangan.

Dari enam kemenangan atas Swiatek sepanjang karier, lima di antaranya diraih Pegula di lapangan keras.

"Sejak gim pertama saya berdiri dekat garis belakang, berusaha mengambil waktu dan ruang darinya."

"Saya merasa itulah cara saya berhasil melawannya, khususnya di lapangan keras," ujar Pegula.

Kondisi lapangan Cincinnati turut membantu Pegula menerapkan permainan agresif tersebut.

Ia berusaha mengambil bola lebih awal untuk mengganggu ritme Swiatek.

Semifinal itu berlangsung sehari setelah Pegula mengalahkan Amanda Anisimova di perempat final.

Dalam laga tersebut, ia sempat menjalani medical timeout.

Pegula kemudian memilih mengambil istirahat penuh pada Jumat dan tidak datang ke lokasi turnamen.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas