indonews

indonews.id

Jenderal Batak dan Mantan Kepala BIN Syamsir Siregar Berpulang, Ini Sepak Terjangnya Semasa Hidup

Kabar duka datang dari keluarga besar TIBTA ’65. Mayor Jenderal TNI (Purn) H. Syamsir Siregar, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Kabar duka datang dari keluarga besar TIBTA ’65. Mayor Jenderal TNI (Purn) H. Syamsir Siregar, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Syamsir Siregar meninggal dunia dalam usia 84 tahun. Ia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 23 Oktober 1941.

"Berita Duka Cita TIBTA `65. Innalillahi wa inna ilaihi raji`un. Telah meninggal dunia anggota TIBTA `65 : Nama: Bpk. Mayjen TNI (Purn) Syamsir Siregar. Hari/Tanggal : Selasa, 25 Agustus 2026. Pukul : 04.00 WIB. Rumah Duka : Jl. Raya Mabes Hankam No. S-65, RT.01/03, Bambu Apus, Cilangkap, Jakarta Timur," demikian bunyi kabar duka yang tersebar di aplikasi perpesanan WhatsApp yang diperoleh media ini, Selasa (25/8/26).

Kabar kepergian Syamsir disampaikan melalui pemberitahuan duka keluarga besar TIBTA ’65. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Raya Mabes Hankam Nomor S-65, RT 01/RW 03, Bambu Apus, Cilangkap, Jakarta Timur. Adapun rencana pemakaman almarhum masih menunggu keputusan keluarga dan akan disampaikan kemudian.

Sosok Mayor Jenderal TNI (Purn) H. Syamsir Siregar

Semasa hidupnya, Syamsir Siregar dikenal sebagai salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman panjang di bidang intelijen. Ia pernah dipercaya memimpin Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2004-2008.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, Syamsir mengabdikan diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia. Ia tercatat menamatkan pendidikan di Akademi Militer Nasional pada 1965 dan kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1981.

Karier militernya dimulai dari berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Saat berpangkat kolonel, Syamsir pernah menjabat Komandan Brigade Infanteri 9/Daraka Yudha di Jember pada 1986-1987, kemudian Komandan Brigade Infanteri Kodam Jaya pada 1987-1988.

Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Komandan Korem 142/Taroada Tarogau di Parepare pada 1988-1989. Syamsir kemudian menjabat Kepala Staf Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Setelah menyandang pangkat brigadir jenderal, Syamsir dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam III/Siliwangi. Karier militernya terus menanjak hingga mencapai pangkat mayor jenderal.

Ia kemudian dipercaya menjadi Panglima Kodam II/Sriwijaya pada 1993-1994.

Syamsir juga pernah menduduki posisi Kepala Badan Intelijen ABRI. Pengalaman panjangnya di bidang intelijen kemudian mengantarkannya ke posisi Kepala BIN pada 2004-2008.

Berkarier di Dunia Korporasi

Setelah meninggalkan dunia militer dan pemerintahan, Syamsir Siregar melanjutkan kiprahnya di sektor korporasi.

Ia dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sejak 2010 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan.

Japfa Comfeed Indonesia merupakan salah satu perusahaan agri-food besar di Indonesia yang bergerak dalam produksi protein hewani. Kegiatan usahanya antara lain mencakup produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas, serta budidaya pertanian.

Perusahaan tersebut berkembang sejak awal 1970-an. Japfa didirikan pada 1971 dengan nama PT Java Pelletizing Factory sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Dagang dan Industri Ometraco dan International Graanhandel Thegra NV dari Belanda.

Pada awal berdirinya, perusahaan bergerak dalam industri kopra pelet. Japfa kemudian melakukan ekspansi usaha hingga akhirnya menjadi perusahaan terbuka setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada Oktober 1989.

Keluarga Besar TIBTA ’65 Berduka

Kepergian Syamsir Siregar meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta keluarga besar TIBTA ’65.

Dalam pemberitahuan duka cita, keluarga memohon agar masyarakat dan kerabat membukakan pintu maaf seluas-luasnya atas segala kesalahan almarhum semasa hidup. Keluarga juga memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala kesalahan, serta diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT."

Keluarga turut memohon doa agar anak, menantu, cucu, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji`un.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas