Di Tengah Tenda Pengungsian, Prabowo Pastikan Warga NTT Tak Sendirian
Di tengah tenda-tenda pengungsian yang menjadi tempat berteduh warga, Presiden Prabowo Subianto datang membawa pesan bahwa pemerintah tidak meninggalkan mereka. Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), Prabowo menemui langsung warga yang terdampak gempa.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah tenda-tenda pengungsian yang menjadi tempat berteduh warga, Presiden Prabowo Subianto datang membawa pesan bahwa pemerintah tidak meninggalkan mereka. Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026), Prabowo menemui langsung warga yang terdampak gempa.
Bencana telah mengubah banyak hal. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul keluarga kini sebagian rusak, sementara sekolah dan fasilitas umum belum sepenuhnya dapat digunakan. Bagi warga, hari-hari setelah gempa masih diwarnai rasa cemas dan ketidakpastian.
Di tengah situasi itu, Prabowo memastikan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan sekaligus mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah pusat terus menerus memantau dan terus menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," ujar Prabowo saat mengecek kondisi pengungsi bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Rabu.
Prabowo mengatakan, penanganan pascagempa tidak hanya diarahkan pada kebutuhan mendesak warga di pengungsian. Pemerintah juga menyiapkan langkah agar aktivitas masyarakat, terutama pendidikan, dapat kembali berjalan.
Perbaikan sementara disiapkan agar sekolah dapat segera dibuka kembali. Namun, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar kemungkinan dilakukan menggunakan tenda.
"Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kita jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," kata Prabowo.
Meminta Warga Bersabar
Di hadapan warga terdampak, Prabowo juga meminta masyarakat bersabar menghadapi proses pemulihan. Menurut keterangan para ahli yang diterimanya, kondisi baru diperkirakan benar-benar aman dalam waktu maksimal sekitar tiga minggu.
"Menurut para ahli kita butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman," ujar dia.
Masa tunggu tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan keselamatan warga sebelum pemerintah melakukan pembangunan dan perbaikan secara lebih permanen. Setelah situasi dinyatakan aman, pemerintah akan mulai membangun hunian sementara dan memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak gempa.
Bagi pemerintah, pemulihan bukan sekadar mengembalikan bangunan yang rusak. Kehidupan warga juga harus kembali bergerak. Anak-anak kembali ke sekolah, keluarga kembali memiliki tempat tinggal yang layak, dan aktivitas masyarakat perlahan dipulihkan.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi dampak bencana seorang diri.
"Percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," kata Prabowo.
Duka untuk Keluarga Korban
Di balik angka korban dan kerusakan bangunan, terdapat keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang terdekat. Prabowo pun menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Flores dan wilayah lain yang terdampak gempa.
"Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," ujar Prabowo.
Ucapan tersebut disampaikan ketika proses penanganan bencana masih berlangsung. Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan, pencarian, pertolongan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA mencapai 103 orang.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa di balik proses pemulihan yang mulai disiapkan pemerintah, masih ada duka yang harus dipulihkan dan kehidupan warga yang harus dibangun kembali.
Kunjungan Prabowo ke Nagekeo pun tidak hanya menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah bencana. Di lokasi pengungsian, pesan yang dibawa Presiden sederhana: bantuan akan terus dikirim, penanganan akan terus dilakukan, dan warga diminta tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.