indonews

indonews.id

Finalis Demosphere: Lima Kelompok Mahasiswa Adu Gagasan dan Solusi Kebijakan Publik

Semangat mahasiswa dalam menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab berbagai persoalan kebijakan publik ditunjukkan melalui Finalis Demosphere yang diselenggarakan Politeknik STIA LAN Jakarta dan diikuti oleh lima kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis terhadap persoalan publik, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan dapat diimplementasikan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Semangat mahasiswa dalam menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab berbagai persoalan kebijakan publik ditunjukkan melalui Finalis Demosphere yang diselenggarakan Politeknik STIA LAN Jakarta dan diikuti oleh lima kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis terhadap persoalan publik, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan dapat diimplementasikan.

Finalis Demosphere diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan publik serta merumuskan alternatif solusi kebijakan yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa agar mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah. Melalui penyusunan policy brief, mahasiswa dilatih untuk menyederhanakan persoalan yang kompleks menjadi sebuah analisis yang sistematis serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang jelas, terukur, dan berbasis bukti.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa, khususnya dalam menyampaikan gagasan secara singkat, padat, argumentatif, dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. Kemampuan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa sebagai calon profesional dan pemimpin yang akan berkontribusi dalam pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Alih Aji Nugroho, MPA. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan keberanian untuk menyampaikan gagasan dalam bidang kebijakan publik.

“Finalis Demosphere ini bukan hanya tentang mencari siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana mahasiswa mampu melihat persoalan di sekitarnya, melakukan analisis secara kritis, dan kemudian menawarkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu membangun budaya berpikir kritis dan berbasis data. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan tata kelola pemerintahan.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai pengalaman pembelajaran. Setiap masukan dan pertanyaan yang disampaikan oleh dewan juri diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan kemampuan mahasiswa dalam melakukan kajian dan menyusun rekomendasi kebijakan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan gagasan. Jangan takut menyampaikan ide yang berbeda sepanjang didukung oleh data, argumentasi yang kuat, dan tujuan yang jelas untuk memberikan solusi terhadap persoalan publik,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan lomba, lima kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mempresentasikan policy brief yang telah mereka susun. Masing-masing kelompok mengangkat isu dan permasalahan yang berbeda, kemudian menawarkan rekomendasi sebagai alternatif penyelesaian.

Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menjelaskan latar belakang permasalahan, hasil identifikasi dan analisis, alternatif kebijakan, serta rekomendasi yang ditawarkan. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan juri yang terdiri dari Dosen dan JF Analis Kebijakan.

Sesi diskusi berlangsung menarik dan interaktif. Para peserta tidak hanya dituntut mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mempertahankan argumentasi dan menjawab berbagai pertanyaan secara kritis dan terukur.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain ketajaman identifikasi masalah, kualitas analisis, penggunaan data dan bukti, inovasi gagasan, kelayakan rekomendasi kebijakan, serta kemampuan peserta dalam mempresentasikan dan mempertahankan gagasannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa penyusunan kebijakan publik membutuhkan proses analisis yang mendalam dan kemampuan menerjemahkan berbagai persoalan menjadi rekomendasi yang konkret.

Finalis Demosphere menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakannya untuk membaca dan merespons persoalan nyata. Gagasan yang lahir dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan perspektif baru bagi pengembangan kebijakan publik yang responsif, inovatif, inklusif, berbasis bukti, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi mahasiswa yang memiliki keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan publik. Lima kelompok peserta telah menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan gagasan dan solusi bagi masa depan kebijakan publik Indonesia.

Kelima kelompok Finalis Demosphere tersebut sebagai berikut :

- Tim Rechtsstaat (Universitas Pamulang)

1.  Agung Satria Putra

2.  ⁠Maulana Ihya Ulumuddin

Judul: "Klirens Wajib Sebelum Izin Terbit Agar Investasi dan Reforma Agraria Badan Bank Tanah Selaras"

- HIMA AP A (Universitas Cipasung Tasikmalaya)

1.  Rifa Ramdani

2.  ⁠Muhammad Rizki Abdul Gofar

Judul: Siaga Tasik: Sistem Peringatan Dini Berbasis Digital dan Partisipasi Masyarakat Dalam Mitigasi Multi-Hazard di Kabupaten Tasikmalaya

- Dongan Matutung (Politeknik STIA LAN Jakarta)

1.  Klaudia Marpaung

2.  ⁠Camelia Simanjuntak

Judul: Program Estafet Desa : Mahasiswa Sebagai Penggerak Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

- Mendadak Lomba (Universitas Padjadjaran)

1.  Agnesia Agatha

2.  ⁠Marsha Intan Audini

3.  ⁠Khansa Nurul Hidayah

Judul: SIAP: Audit Keamanan Satu Data Untuk Menutup Celah PERPRES 39/2019 dan RUU Satu Data Indonesia

- SMART+ (Politeknik STIA LAN Bandung)

1.  Aulia Roudlotuljannah

2.  ⁠Nindiya Safira Nur Hasanah

3.  ⁠Marliane Nur Samsiah

4.  ⁠Aliya Nurliza Fadilah

Judul: Sivadik (Sistem Validasi Digital Dua Arah Kelurahan) : Strategi Mengatasi Ketimpangan Tata Kelola Risiko Pada Sistem OSS


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas