indonews

indonews.id

HIMPARA Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar Seminar Politik, Perkuat Literasi Politik dan Peran Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMPARA) Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Seminar Politik dan Awarding Policy Brief dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif” pada hari Kamis (27/8) di Aula Serbaguna Politeknik STIA LAN Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ruang akademik akademis semata, tetapi juga sebagai wadah taktis untuk memperkuat kapasitas dan kesiapan mahasiswa dalam berdialog politik.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMPARA) Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Seminar Politik dan Awarding Policy Brief dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif” pada hari Kamis (27/8) di Aula Serbaguna Politeknik STIA LAN Jakarta.  Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ruang akademik akademis semata, tetapi juga sebagai wadah taktis untuk memperkuat kapasitas dan kesiapan mahasiswa dalam berdialog politik.

Kegiatan yang berlangsung di Politeknik STIA LAN Jakarta tersebut diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika dengan penuh antusias. Seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi HIMPARA dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang membahas isu-isu politik secara objektif, kritis, dan konstruktif.

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Edy Sutrisno, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada HIMPARA yang telah menginisiasi kegiatan seminar politik sebagai bagian dari pengembangan wawasan mahasiswa di luar pembelajaran di kelas dan  diharapkan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai politik dan kebijakan publik karena keduanya memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki wawasan yang luas mengenai berbagai persoalan bangsa, termasuk politik, demokrasi, dan kebijakan publik. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun cara berpikir yang kritis, objektif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai akademik,” ujar Dr. Edy.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, sepanjang disampaikan secara santun, berdasarkan data, dan didukung argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadikan forum ini sebagai ruang untuk belajar. Berani menyampaikan pendapat, tetapi juga harus mampu mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. Inilah bagian dari proses membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan kampus,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Umum Himpara, Khalista Anora berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan sekaligus membangun budaya diskusi yang sehat di lingkungan kampus dan berharap melalui seminar ini sebagai mahasiswa sadar akan pentingnya peran kita, khususnya ditengah dinamika politik negara saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan politeknik, narasumber, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Kami juga menghimbau para hadirin untuk mengikuti acara ini dengan penuh perhatian dan antusiasme. Saya mewakili seluruh panitia berterimakasih atas kehadiran hadirin semua, dan saya juga berterimakasih kepada seluruh panitia yang sudah mengerahkan tenaga dan waktu untuk acara ini.

Selanjutnya Ketua Pelaksana Seminar Politik, Manasye Serani Manalu menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi kita, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya memahami berbagai dinamika politik dan persoalan publik yang terus berkembang, tetapi juga melatih kemampuan dalam berpikir kritis, analitis, dan solutif.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh finalis yang telah berhasil melalui setiap proses dalam kompetisi ini. Menang atau belum menjadi pemenang, tentu bukan menjadi satu-satunya tujuan. Kami berharap seluruh proses yang telah dilalui dapat menjadi pengalaman berharga dan menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan gagasan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan semoga kegiatan Seminar Politik dan Awarding Lomba Policy Brief ini dapat memberikan wawasan, pengalaman, serta semangat bagi kita semua untuk terus peduli terhadap persoalan publik dan berani menghadirkan gagasan untuk perubahan.

Seminar menghadirkan narasumber Dr. Riant Nugroho, M.Si yang kompeten di bidang politik dan kebijakan publik untuk memberikan perspektif mengenai perkembangan politik Indonesia serta tantangan generasi muda dalam menyikapi berbagai isu politik secara kritis dan konstruktif.

Ia mengajak mahasiswa untuk memahami politik melalui perspektif yang lebih luas, khususnya keterkaitannya dengan public policy atau kebijakan publik. Menurutnya, politik dan kebijakan publik merupakan dua hal yang saling berkaitan karena berbagai keputusan politik pada akhirnya dapat memengaruhi arah kebijakan dan kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa proses memahami kebijakan publik dapat dimulai dari isu atau persoalan yang muncul di masyarakat. Isu tersebut kemudian perlu diidentifikasi, dikaji, dan dipahami secara mendalam sebelum dikembangkan menjadi gagasan atau alternatif solusi.

“Mulainya dari isu. Kita identifikasi apa masalahnya, kemudian dari masalah itu muncul gagasan. Gagasan tersebut harus diuji dengan data dan analisis. Setelah itu baru kita bicara mengenai pilihan kebijakan yang paling tepat,” jelas Riant Nugroho.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu membangun kemampuan untuk membedakan antara isu, masalah publik, dan solusi kebijakan. Tidak semua isu otomatis menjadi masalah publik, dan tidak semua masalah publik dapat diselesaikan hanya dengan satu kebijakan. Diperlukan proses analisis untuk mengetahui akar masalah, kelompok yang terdampak, aktor yang terlibat, serta berbagai kepentingan yang berada di dalamnya.

Dalam perspektif public policy, mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah isu dapat masuk ke dalam agenda kebijakan. Suatu persoalan akan mendapatkan perhatian lebih besar ketika dipandang memiliki tingkat urgensi dan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Pada tahap ini, berbagai aktor seperti pemerintah, masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat, media, dunia usaha, maupun kelompok kepentingan dapat memiliki peran dalam membentuk perhatian dan arah kebijakan.

Riant juga mengarahkan mahasiswa untuk memahami bahwa kebijakan publik bukan sekadar produk pemerintah, tetapi merupakan proses yang melibatkan berbagai kepentingan dan pertimbangan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mampu melakukan policy analysis dengan melihat berbagai alternatif kebijakan beserta konsekuensi dari setiap pilihan.

Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang disampaikan, khususnya terkait peran mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi, penggunaan media sosial dalam politik, serta bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam menciptakan pemerintahan yang responsif dan berpihak pada kepentingan publik.

Rangkaian Lomba Policy Brief dan Seminar Politik ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih luas antara akademisi, mahasiswa, praktisi pemerintahan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kajian dan praktik tata kelola yang lebih inklusif dan responsif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan kebijakan publik, penguatan kapasitas berpikir kritis mahasiswa, serta lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan DEMOSPHERE 2026, HIMPARA Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan dapat terus berperan sebagai ruang pengembangan kajian dan diskursus akademik mengenai kebijakan publik di kalangan mahasiswa, sekaligus berkontribusi dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

 


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas