indonews

indonews.id

NARRATIVA, Novel Tentang Cyberbullying Karya Agus Sasongko

Kita kembali dulu ke 1996. Agus Sasongko sedang kuliah di Melbourne, Australia. Sementara band electropunk/ big beat/techno/rave, The Prodigy mulai meledak dan menjadi gebrakan mutakhir dari kawasan musik alternatif.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Kita kembali dulu ke 1996. Agus Sasongko sedang kuliah di Melbourne, Australia. Sementara band electropunk/ big beat/techno/rave, The Prodigy mulai meledak dan menjadi gebrakan mutakhir dari kawasan musik alternatif.

Agus Sasongko yang memiliki latar belakang sebagai pemain drum, juga mengaku memiliki pribadi yang dominan, sangat tertarik dengan musik itu hingga berhasrat untuk memproduksi komposisinya sendiri. Dengan berbekal sebuah mesin drum, Roland MC-303 Groovebox, dia memulai menulis lagu-lagunya.

Singkatnya, Agus Sasongko berhasil merekam sejumlah lagunya dan kemudian dirilis di Indonesia oleh Independent/Pops Records, sub divisi yang fokus pada gelombang musik indie/alternative, yang baru didirikan oleh Aquarius Musikindo.     

Album Agus Sasongko berjudul Myself. Kemudian, bersama sejumlah temannya yang dinamakan sebagai FSOP (Future Sound of Pejaten)—terdiri dari  Indra7, Choele, Taurus, dan Wawan—Agus Sasongko merilis labum (+/-) pada 1998. Salah satu lagu Agus Sasongko kemudian juga menjadi soundtrack film “cult”, Kuldesak, 1998.

Setelah itu, Agus Sasongko dan Indra7 membentuk Media Distorsi pada 2001 dan sekitar setahun kemudian merilis album Chapter01: The Beginning.

Media Distorsi masih sempat merekam single untuk soundtrack film Janji Joni (2005). Agus Sasongko sempat pula bekerja di industri musik sebagai A&R, hingga cerita kreasinya seolah berhenti.   

Hari ini, Agus Sasongko datang dengan karya terbarunya, dalam format yang sama sekali berbeda dari rekaman jejak karirnya, sebuah novel bertajuk NARRATIVA.

Mengaku sebagai orang yang “aslinya lebih audio-visual ketimbang teks”, Agus berupaya mengasah keterampilan mengarangnya, hingga mengikuti kelas menulis. Hasilnya, sejumlah tema novel dirampungkannya.

NARRATIVA sebenarnya tulisan naskah keempat gue,” jelas Agus Sasongko.

Nebula Publisher memilih NARRATIVA untuk diterbitkan pertama. Agus menulis NARRATIVA pada awal tahun ini, lahir dari keresahannya akan cyberbully.

Agus berbagi fenomena bagaimana orang-orang dengan begitu ringan, bahkan sama sekali tanpa disadari, telah melakukan cyberbully. Tanpa disadari telah turut berdampak pada psikologi seseorang yang tidak dikenalnya.

NARRATIVA pun mempertanyakan, apakah kita salah satunya?  

Teks & Foto: Harlan Boer

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas