Target Generasi Pembayar Pajak Masa Depan, KP2KP Soe Gelar TGTS di SMAN 1 Mollo Selatan
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Timor Tengah Selatan, INDONEWS.ID - Jangan tunggu sampai memiliki penghasilan untuk mengenal pajak. Pesan itulah yang coba ditanamkan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Soe kepada para siswa SMA Negeri 1 Mollo Selatan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS), Rabu (2/9/2026).
Bukan sekadar kegiatan sosialisasi, TGTS menjadi langkah KP2KP Soe menyiapkan generasi muda agar sejak dini memahami bahwa pajak bukan hanya kewajiban, tetapi memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan negara.
Di hadapan para siswa, Kepala KP2KP Soe, Yoga Wihartanto, menegaskan bahwa generasi muda harus mulai mengenal pajak sebelum mereka memasuki dunia kerja dan memiliki penghasilan.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar ketika kelak menjadi wajib pajak, kesadaran membayar pajak telah tumbuh secara sukarela.
“Generasi muda merupakan generasi masa depan yang harus dipersiapkan secara baik dan dibentuk kesadaran pajaknya sejak dini, serta memberikan wawasan baru mengenai manfaat pajak untuk pembangunan negara,” ujar Yoga.
Pajak Ada di Sekitar Kita
Selama ini, pajak kerap dipandang hanya sebagai kewajiban masyarakat kepada negara. Namun, melalui TGTS, KP2KP Soe ingin mengubah cara pandang tersebut.
Para siswa diperkenalkan pada fakta bahwa pajak memiliki kaitan langsung dengan berbagai fasilitas yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan jalan raya hingga keamanan negara, semuanya tidak terlepas dari peran penerimaan negara.
“Pajak merupakan tulang punggung pembangunan negara, mempunyai peran penting dalam fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, pembangunan jalan raya dan keamanan negara,” jelas Yoga.
Pesan itu dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan karakter pelajar. Materi perpajakan tidak disampaikan secara monoton, tetapi menggunakan tampilan yang menarik dan dilengkapi games yang berkaitan dengan pajak.
Cara tersebut dilakukan agar siswa lebih antusias sekaligus lebih mudah memahami materi.
“Dalam edukasi perpajakan di sekolah, kita memberikan materi dengan tampilan yang menarik dan terdapat games yang berhubungan dengan pajak sehingga generasi muda lebih antusias dan mudah untuk memahami,” katanya.
Kenapa SMAN 1 Mollo Selatan? Pemilihan SMAN 1 Mollo Selatan bukan tanpa alasan.
Sekolah tersebut merupakan satu-satunya SMA Negeri di Kecamatan Mollo Selatan. Selain itu, sekolah ini berada dalam wilayah kecamatan yang sama dengan lokasi KP2KP Soe saat ini.
Namun, KP2KP Soe tidak ingin edukasi pajak berhenti hanya di satu sekolah.
Ke depan, kegiatan TGTS direncanakan menyasar sekolah-sekolah di kecamatan berbeda setiap tahunnya.
“SMAN 1 Mollo Selatan merupakan SMAN satu-satunya di Kecamatan Mollo Selatan, dimana berada di satu wilayah kecamatan dengan kantor KP2KP saat ini berada. Untuk ke depannya kita akan merencanakan TGTS diadakan di sekolah dalam kecamatan yang berbeda setiap tahunnya,” ungkap Yoga.
Siswa Diminta Jangan Simpan Ilmu Sendiri
Ada satu pesan khusus yang disampaikan Yoga kepada para siswa.
Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut jangan berhenti di ruang kelas.
Para siswa justru didorong menjadi agen perubahan dengan meneruskan informasi tentang manfaat pajak kepada teman-teman, keluarga, bahkan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Para siswa di SMAN 1 Mollo Selatan sangat antusias mengikuti kegiatan TGTS. Jadilah agen perubahan dengan membagikan pengetahuan yang didapat hari ini kepada teman-teman yang lain serta keluarga,” pesan Yoga.
Dengan cara itu, edukasi pajak diharapkan tidak hanya berlangsung satu hari, tetapi terus bergerak dari sekolah menuju keluarga dan masyarakat.
Sekolah Sambut Positif
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mollo Selatan, Oktovianus Kefi, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan TGTS tersebut.
Ia berharap kehadiran KP2KP Soe memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para siswa.
“Diharapkan dengan hadirnya KP2KP Soe ke sekolah kami, siswa dan siswi dapat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru,” tutur Oktovianus.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), perbedaan pajak pusat dan pajak daerah, serta peran siswa dalam pembangunan Indonesia.
Minimal Dua Sekolah Setiap Tahun
KP2KP Soe memastikan edukasi perpajakan bagi generasi muda akan terus dilanjutkan.
Yoga menyebut kegiatan TGTS akan digelar setiap tahun. Selain itu, terdapat pula program Pajak Bertutur yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Untuk sasaran program, KP2KP Soe menargetkan minimal satu sekolah untuk kegiatan TGTS dan satu sekolah untuk Pajak Bertutur setiap tahunnya.
“Setiap tahun kita akan mengadakan TGTS dan terdapat juga kegiatan Pajak Bertutur yang akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” kata Yoga.
Ia menambahkan, “Setiap tahun kita akan melakukan minimal kegiatan TGTS di satu sekolah dan kegiatan Pajak Bertutur di satu sekolah.”
Dari Sekolah, Menuju Kesadaran Pajak
Pada akhirnya, tujuan edukasi ini bukan sekadar membuat siswa hafal istilah pajak.
KP2KP Soe ingin membangun pemahaman bahwa pajak memiliki hubungan erat dengan pembangunan yang mereka rasakan setiap hari.
Harapannya, ketika para siswa tersebut tumbuh dewasa dan mulai memiliki penghasilan, mereka tidak lagi melihat pajak sebagai sesuatu yang asing atau sekadar kewajiban.
Sebaliknya, mereka diharapkan membayar pajak secara sukarela, baik, dan benar karena memahami manfaatnya bagi negara.
“Diharapkan para siswa dapat memahami peran penting pajak dalam pembangunan negara, sehingga di masa depan ketika mereka sudah mempunyai penghasilan, mereka akan secara sukarela membayar pajak dengan baik dan benar karena sudah mengetahui manfaat dari pajak bagi pembangunan negara,” pungkas Yoga.
Dari ruang kelas di Mollo Selatan, pesan tentang pajak pun mulai ditanamkan: kesadaran membangun negara tidak harus menunggu dewasa.