Ekonom Soroti Latar Belakang Suahasil Nazara, Dinilai Lebih Linier untuk Menkeu Dibanding Purbaya
Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai Suahasil Nazara memiliki pengalaman dan latar belakang akademik yang relevan untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Ekonom senior Ferry Latuhihin menilai Suahasil Nazara memiliki pengalaman dan latar belakang akademik yang relevan untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ferry menilai Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebelum menduduki posisi Menteri Keuangan, Suahasil pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu pada 2016-2019.
Menurut Ferry, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Suahasil dalam menangani kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara.
"Saya tidak melihat Purbaya itu figur yang tepat untuk menjadi Menteri Keuangan. Melihat lagi kapasitasnya, saya tidak yakin beliau kompeten menduduki posisi itu," kata Ferry melalui kanal YouTube miliknya, Kamis (17/9/2026).
Ferry mengaku telah mengenal Purbaya sejak 2000 ketika keduanya sama-sama berkarier di PT Danareksa. Dari pengalaman tersebut, ia mengaku memiliki pandangan mengenai kompetensi Purbaya.
Sebaliknya, Ferry menilai Suahasil memiliki kombinasi pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan posisi Menteri Keuangan.
"Pak Suahasil ini figur yang nice, figur yang sangat humble sekali dan juga berpengalaman," ujarnya.
Pendidikan Suahasil Dinilai Lebih Linier
Ferry kemudian menyoroti latar belakang pendidikan Suahasil yang dinilainya lebih linier dengan bidang ekonomi dan fiskal.
Suahasil menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister ekonomi di Cornell University dan meraih gelar doktor ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign.
"Dari segi latar belakang akademik, beliau memang ekonom. Jadi S-1, S-2, dan S-3 memang studinya ekonomi," kata Ferry.
Sementara itu, Purbaya menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan pendidikan magister dan doktor di Purdue University di bidang ekonomi.
Ferry menilai perbedaan latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika membandingkan keduanya dalam konteks jabatan Menteri Keuangan.
Menurut dia, pendidikan ekonomi sejak jenjang sarjana memberikan dasar pemahaman yang lebih luas mengenai ilmu ekonomi sebagai bagian dari ilmu sosial.
"Kenapa? Karena ilmu ekonomi itu justru susahnya itu di S-1. Banyak sekali mata kuliah yang harus kita pelajari sampai kita bersentuhan dengan sejarah, filsafat, psikologi, macam-macam. Karena pada dasarnya ilmu ekonomi adalah ilmu sosial," ujarnya.
Ferry mengatakan pemahaman ekonomi membutuhkan wawasan lintas disiplin agar seseorang dapat memahami berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian.
Atas dasar pengalaman dan latar belakang akademik tersebut, Ferry menilai Suahasil memiliki bekal yang sesuai untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.
"Nah, kembali ke Pak Suahasil. Saya yakin dari latar belakang akademik dan pengalamannya di Kementerian Keuangan, Pak Suahasil adalah orang yang tepat menggantikan Purbaya. Karena tadi, kompetensinya, pengalamannya, saya tidak ragu," kata Ferry.
CORE: Suahasil Punya Rekam Jejak yang Sesuai
Penilaian serupa disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal.
Faisal menilai rekam jejak pendidikan dan pengalaman Suahasil cukup relevan dengan posisi Menteri Keuangan yang mulai resmi diembannya pada Senin (14/9/2026).
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil dikenal sebagai akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Ekonomi Nasional dan Wakil Menteri Keuangan.
"Dari sisi track record pengalaman dan pendidikan, cocok ya. Semestinya iya kalau melihat track record tersebut," kata Faisal ketika dihubungi Tribunnews dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).
Faisal berharap Suahasil dapat menggunakan pengalaman para Menteri Keuangan sebelumnya sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan tugasnya.
Menurut dia, pengalaman Suahasil bekerja di bawah Menteri Keuangan sebelumnya, termasuk Purbaya dan Sri Mulyani, dapat menjadi bekal untuk melihat berbagai kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
"Pak Suahasil bisa melihat bagaimana plus minusnya dan apa yang terbaik bagi Indonesia ke depannya," ujarnya.
Faisal juga mengingatkan bahwa Suahasil menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan kebijakan fiskal. Di satu sisi, kebijakan fiskal diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain kesehatan fiskal dan keberlanjutan keuangan negara tetap harus dijaga.
Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Setelah pelantikan, Suahasil mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar dirinya menyelesaikan masa pemerintahan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Ia menegaskan salah satu tugas utama yang diembannya adalah menjaga pengelolaan keuangan negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Bapak Presiden memberikan arahan supaya saya menyelesaikan masa Kabinet Merah Putih 2024-2029 sebagai Menteri Keuangan," kata Suahasil di Kementerian Keuangan, Senin.