Bikin Heboh! Ternyata Ini Alasan dan Penjelasan Arya Wedakarna Bawa Ajudan TNI ke Kontes Transgender di Thailand
Anggota DPD RI asal Bali Arya Wedakarna buka suara soal kehadiran prajurit TNI AL yang mendampinginya saat menghadiri kontes kecantikan transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand. Arya menyebut prajurit tersebut merupakan ajudannya yang telah bertugas mendampinginya selama sekitar satu tahun.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna buka suara soal kehadiran prajurit TNI AL yang mendampinginya saat menghadiri kontes kecantikan transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand. Arya menyebut prajurit tersebut merupakan ajudannya yang telah bertugas mendampinginya selama sekitar satu tahun.
Arya mengklaim kehadiran ajudan TNI itu tidak berkaitan dengan kontes transgender yang dihadirinya. Menurut dia, prajurit tersebut memang bertugas mengawal dirinya selama berada di Thailand karena kondisi keamanan yang disebutnya rawan.
"Itu ajudan saya, itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas. Memang dari TNI AL, dan memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi rawan ya," kata Arya kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Arya menyebut situasi keamanan di Thailand menjadi alasan dirinya tetap didampingi ajudan TNI. Ia menyinggung adanya konflik di kawasan Thailand, Myanmar, dan Kamboja serta sejumlah insiden keamanan.
"Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja. Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya (dengan acara)," tuturnya.
Kehadiran Arya di acara tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah foto-fotonya bersama sejumlah peserta kontes transgender beredar luas di media sosial. Arya menegaskan kehadirannya dalam acara yang digelar di Bangkok tersebut tidak dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI yang mewakili Bali.
Menurut Arya, dirinya hadir atas undangan sebuah organisasi yang disebutnya kerap menggelar kegiatan sosial dan amal di Bali. Ia mengaku diundang setelah organisasi tersebut menyampaikan adanya penghargaan terkait pariwisata Bali.
"Jadi kronologisnya, pertengahan tahun ini ya, Juni ya. Itu, saya bertempat di istana saya di Jembrana. Mewakili pribadi ya dan juga sebagai tokoh budaya Hindu. Kita menerima panitia, namanya MS Organization. Jadi mereka berjaringan di 15 negara dan mereka ini sudah sering mengadakan kegiatan charity di Bali. Kegiatan sosial, begitu. Nah, jadi namanya tamu kan kita terima," kata Arya.
Arya mengatakan dirinya menghadiri rangkaian kegiatan tersebut sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia. Ia menyebut agenda selama di Thailand tidak hanya berkaitan dengan kontes kecantikan, tetapi juga mencakup kunjungan ke tempat ibadah, pameran, dan diskusi.
Puncak kegiatan berlangsung pada 30 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, kata Arya, digelar pemberian penghargaan kepada lima tokoh. Arya mengaku hadir untuk menerima penghargaan yang berkaitan dengan video promosi pariwisata Bali.
"Dan di sana rangkaian acaranya banyak. Jadi saya sempat keliling ke sana juga, ke Vihara Buddha, ada juga ke kuil-kuil Hindu. Kemudian ada juga, apa, pameran-pameran ya. Macam-macam, acara diskusi. Nah, malam puncaknya itu kan ada penghargaan, salah satu kegiatannya adalah memberikan penghargaan kepada lima tokoh," ujarnya.
"Nah, tim mereka itu juga membuat video tentang Bali, pariwisata Bali. Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali, karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil. Ya udah itu aja. Tanpa pidato, menerima, ya sudah, selesai gitu aja, pamit, begitu," lanjut Arya.
Sementara itu, prajurit TNI AL yang terlihat mendampingi Arya dalam acara tersebut kini diperiksa oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan pihaknya masih mendalami persoalan yang menjadi sorotan publik tersebut.
"Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri," kata Ary saat ditemui awak media di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9/2026).