Gubernur DKI Jakarta Himbau Warganya Tetap Tenang dan Waspada Hadapi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Himbau Warganya Tetap Tenang dan Waspada Hadapi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghimbau kepada warganya untuk tetap tenang dan waspada hadapi sebaran abu vulkanik, Gubernur juga menyarankan untuk selalu menggunakan masker bila beraktivitas diluar ruangan.
"Saat ini gunung anak Krakatau berada pada level 3, saat ini abu vulkanik telah menyebar ke beberapa wilayah Indonesia termasuk Jakarta, bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik , tetap waspada lindungi diri dan keluarga dan mari bersama sama jaga Jakarta dan jaga diri kita dari abu vulkanik," himbau Pramono Anung, Minggu (6/9/2026)
Pramono Anung juga menyarankan untuk masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan waspada, dan lakukan 5 M.
Berikut keterangannya terkait imbauan lakukan 5 M hadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda :
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Hingga Minggu, 6 September 2026.
Abu vulkanik berbeda dari debu biasa. Partikelnya sangat halus sehingga dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada kelompok rentan. Untuk itu Pemprov DKI menyarankan :
Pertama, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.
Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.
Ketiga, mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.
Keempat, apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.
Kelima, menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.
Keenam, warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.
Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.
Pemprov DKI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara agar merujuk pada sumber resmi, antara lain PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan yang perlu diketahui.