BNPB: Kondisi Erupsi Anak Krakatau per Hari Ini Menurun
BNPB: Kondisi Erupsi Anak Krakatau per Hari Ini Menurun
Reporter: luska
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa kondisi erupsi Anak Krakatau per hari ini telah menurun. Berdasarkan pengamatan BNPB, tingkat erupsi saat ini juga lebih rendah dibandingkan peristiwa erupsi pada 2018.
“Menurut kami BNPB per hari ini, untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018, di mana di 2018 itu terjadi sama, hampir sama, tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026,” ujar Kepala BNPB.
Meski demikian, sebaran abu vulkanik sempat berdampak terhadap empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan, serta mengganggu operasional penerbangan. BNPB mencatat delapan bandara terdampak penutupan akibat sebaran abu Anak Krakatau. Di sisi lain, hingga saat laporan disampaikan tidak terdapat korban jiwa, kerusakan, maupun daerah yang menetapkan status kedaruratan.
Untuk mengurangi dampak abu vulkanik, BNPB bersama BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna memicu hujan agar abu dapat lebih cepat luruh. Operasi disiapkan dari sejumlah titik, termasuk Pondok Cabe, Kertajati, serta Semarang sebagai alternatif apabila kondisi penerbangan di wilayah sekitar Selat Sunda belum memungkinkan.
Dilansir situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi siang ini, pukul 11.34 WIB, Selasa (8/9). Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 55 mm.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 11:34 WIB," tulis PVMBG.
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik.