indonews

indonews.id

Flores Kembali Diguncang Gempa M5,1, BMKG Catat 13.591 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus

Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi tektonik. Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi pada Selasa (8/9/2026) pukul 11.40.30 WIB.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi tektonik. Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi pada Selasa (8/9/2026) pukul 11.40.30 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, gempa M5,1 tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 8,11 derajat Lintang Selatan dan 120,59 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 57 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust,” demikian keterangan BMKG.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Guncangan gempa M5,1 dirasakan di sejumlah wilayah di Flores.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa mencapai intensitas IV MMI di Lamba Leda, Manggarai Timur, serta Reok dan Reok Barat, Manggarai. Pada skala IV MMI, guncangan gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, terutama ketika terjadi pada siang hari.

BMKG menyebut gempa M5,1 tersebut masih berkaitan dengan aktivitas seismik pascagempa besar M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB.

Aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut masih terus dipantau. Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 13.591 aktivitas gempa bumi susulan sejak gempa utama tersebut, dengan gempa susulan terbesar mencapai M6,2.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan masih terus dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan sesuai hasil monitoring.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa demi mengantisipasi risiko bangunan roboh akibat guncangan susulan.

Masyarakat diminta memperoleh informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, InaTEWS, aplikasi Mobile Apps InfoBMKG, serta WRS-BMKG.

BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas kegempaan di Flores dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas