Film Urang Bunian Angkat Teror Menakutkan Tanah Sumbar
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Kurang dari sepekan menjelang penayangan nasional, URANG BUNIAN mulai menempatkan diri sebagai salah satu film horor Indonesia yang paling banyak menarik perhatian publik bulan ini. Setelah diperkenalkan melalui berbagai rangkaian Special Screening di sejumlah kota, film produksi DHF Entertainment tersebut memperoleh sambutan positif dari media, komunitas film, kreator konten, hingga para penonton yang berkesempatan menyaksikan lebih awal.
Momentum tersebut berlanjut dalam Gala Premiere Jakarta yang dihadiri produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemain Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini. Acara ini juga dihadiri media nasional, insan perfilman, komunitas, serta para tamu undangan yang menyaksikan film beberapa hari sebelum penayangan resminya di bioskop.
Selain pemutaran film, Gala Premiere menghadirkan sesi red carpet, Q&A, meet & greet, dan photo session, yang menjadi kesempatan bagi media untuk berbincang langsung dengan para sineas dan pemain mengenai proses kreatif di balik film tersebut.
Dari Sambutan Positif Menuju Ekspektasi Publik
Selama beberapa pekan terakhir, URANG BUNIAN membangun perhatian publik melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota. Respons yang muncul dari media, komunitas film, kreator konten, serta para penonton awal menghadirkan percakapan yang terus berkembang menjelang penayangan nasional.
Memasuki pekan penayangan, perhatian tersebut mulai bergeser menjadi ekspektasi. Berbagai respons awal yang bermunculan menjadikan URANG BUNIAN sebagai salah satu film horor Indonesia yang layak dinantikan pada September ini, sekaligus memperkuat rasa ingin tahu publik untuk menyaksikannya di layar lebar.
Tentang Film URANG BUNIAN
Terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, film ini dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.