Jakarta, INDONEWS.ID - Cast Picture resmi memperkenalkan film terbarunya, Last Witness, melalui pemutaran perdana. Film yang berarti “saksi terakhir” ini mengusung genre misteri dengan konsep cerita yang membuat setiap karakter berpotensi menjadi tertuduh.
Produser Cast Picture Wan Emily Sjahrir mengatakan Last Witness merupakan produksi kedua setelah Reuni Berdarah. Film ini sekaligus menjadi ruang bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan akting sebelum Cast Picture menggarap proyek dengan skala lebih besar.
Sejumlah pemain dari Reuni Berdarah kembali terlibat, di antaranya Yama Carlos, Sani Edulia, Topik, Rumi, Dewanti, Kevin dan Fadly. Cast Picture juga menghadirkan wajah baru seperti Catherine Wilson dan pendatang baru Musa.
Menurut Wan Emily, keterlibatan kembali sejumlah pemain lama membuat proses produksi lebih efektif karena mereka sudah terbiasa bekerja sama. Sementara kehadiran pemain baru menjadi kesempatan untuk memperkaya warna cerita sekaligus memberikan pengalaman di dunia perfilman.
Konsep misteri menjadi daya tarik utama Last Witness. Setiap karakter memiliki kemungkinan terlibat dalam rangkaian peristiwa kematian sehingga penonton diajak menebak siapa yang sebenarnya dapat dipercaya.
Film ini juga menjadi kesempatan bagi Sani Edulia untuk mengembangkan kemampuan aktingnya. Setelah debut melalui Reuni Berdarah, Sani kembali tampil dengan karakter berbeda di Last Witness.
Menariknya, Cast Picture masih memilih YouTube sebagai platform penayangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sebelum membawa proyek berikutnya ke layar lebar maupun platform OTT.
"Ini menjadi proses untuk belajar dan mengevaluasi hasil produksi sebelum kami melangkah ke proyek yang lebih besar," kata Wan Emily.
Sebagian proses syuting Last Witness dilakukan di luar Jakarta. Suasana yang lebih tenang dan udara yang sejuk di lokasi syuting dinilai membantu pemain dan kru lebih fokus selama produksi.
Melalui Last Witness, Cast Picture tidak hanya menawarkan cerita misteri, tetapi juga membangun fondasi untuk mengembangkan pemain dan tim produksi sebelum memasuki proyek dengan skala yang lebih besar.
Kini, penonton dihadapkan pada satu pertanyaan utama: siapa yang sebenarnya menjadi saksi terakhir ketika semua karakter justru berpotensi menjadi tertuduh?