indonews

indonews.id

Fakta-Fakta 3 ASN Jayawijaya Dibunuh, Pelaku Sempat Video Call Keluarga Korban

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok bersenjata yang diduga terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok bersenjata yang diduga terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban ditembak saat dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menjalankan kegiatan kedinasan. Polisi kini memburu para pelaku, sementara jenazah ketiga korban telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan pegawai Dinas Pertanian hendak memberikan bantuan ternak anak babi, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan.

Dalam perjalanan kembali ke Wamena, kendaraan yang ditumpangi korban diduga dihadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti. Ketiga korban kemudian diminta turun dan digiring ke bagian belakang kendaraan.

Tak lama kemudian terdengar tiga kali letusan senjata api. Para pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi.

Tiga korban meninggal dunia akibat luka tembak. Mereka masing-masing berinisial WM (24), perempuan, yang terkena tembakan di bagian pinggang kanan; AR (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, yang mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi; serta AAM (35), pegawai Dinas Pertanian, yang mengalami luka tembak di kepala bagian belakang dan tangan kiri.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi yang selamat dari insiden tersebut. Dari pemeriksaan itu, polisi mengaku telah memperoleh ciri-ciri para pelaku dan melakukan pengejaran.

"Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran," kata Yusuf.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan tiga selongsong peluru. Dua selongsong berkaliber 5,56 milimeter yang diduga berasal dari senjata api laras panjang dan satu selongsong kaliber 9 milimeter yang merupakan amunisi senjata api laras pendek.

Selain selongsong peluru, petugas juga menemukan jejak darah di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan berjumlah sekitar delapan orang. Mereka disebut membawa dua pucuk senjata api laras panjang. Sementara keberadaan senjata api laras pendek masih didalami polisi berdasarkan temuan selongsong di TKP.

Pelaku Sempat Video Call dengan Keluarga Korban

Usai penembakan, pelaku diduga mengambil telepon seluler milik salah satu korban, Willi Mbuik (WM), kemudian melakukan panggilan video dengan keluarga korban.

Rekaman video call tersebut kemudian beredar di media sosial. Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani membenarkan informasi tersebut.

"Iya betul (pelaku video call dengan keluarga korban)," kata Faizal saat dihubungi, Jumat (11/9).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan dalam video call tersebut para pelaku menggunakan bahasa Papua.

"Bahasa Papua, masih perlu diterjemahkan," ujarnya.

Polisi kemudian mengidentifikasi dua orang yang terlihat dalam cuplikan video tersebut, yakni PN dan KT. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri dalam rekaman dengan data kepolisian.

"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami," kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Menurut polisi, PN dan KT diduga berkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Keduanya diduga terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026 yang menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak.

PN dan KT juga diduga terlibat dalam kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut dibebaskan pada 21 September 2024.

"Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku," ujar Yusuf.

Menyusul penembakan tiga ASN tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 memperkuat personel di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Penebalan pasukan dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung pencarian serta pengejaran terhadap PN, KT dan pihak lain yang diduga terlibat.

"Kami terus melakukan pengejaran dan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan para pelaku," kata Yusuf.

Kalau ingin, saya juga bisa membuat versi lebih tajam dengan judul provokatif/clickbait tetapi tetap aman secara jurnalistik.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas