Eala Teatap Teguh Pilih Main di Asian Games Meski Diancam Denda Rp176 Juta
Alex Eala, tetap teguh memilih ikut turnamen Asian Games 2026 mewakili negaranya Filipina meskipun diancam denda besar.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID-- Alex Eala, tetap teguh memilih ikut turnamen Asian Games 2026 mewakili negaranya Filipina meskipun diancam denda besar.
Eala bakal dikenakan denda oleh WTA lantaran absen dalam China Open 2026 yang merupakan turnamen wajib level 1000 WTA..
Denda yang dikenakan WTA kepada Eala sebesar US$10 ribu atau setara Rp176 juta. Denda itu jadi kompensi agar Eala bisa tampil dalam Asian Games 2026.
Turnamen China Open 2026 tersebut berlangsung bersamaan dengan Asian Games.
"Alex pasti akan bermain di Asian Games terlepas dari keputusan WTA," kata Direktir Eksekutif Philta (Asosiasi Tenis Filipina), Tonette Mendoza dalam siaran pers resmi federasi, dilansir dari Enquirer, Selasa (15/9).
Mendoza juga menyinggung keputusan petenis putri Indonesia, Janice Tjen yang dengan berat hari memutuskan absen di Asian Games 2026 karena akan tampil dalam China Open 2026.
Menurut Mendoza setiap atlet dan negara punya keputusan masing-masing.
Ia mengaku tidak mengetahui situasi Janice dan hanya paham bahwa Eala bersedia membela Filipina.
Ia menegaskan bahwa Phita telah bersurat kepada WTA agar Eala tidak dijatuhi sanksi. Namun hingga kini belum ada respons dari WTA atas korespondensi tersebut.
"WTA punya aturannya sendiri dan melanggar aturan akan dikenakan sanksi, api Alex akan berada di Nagoya, untuk bendera dan negara," kata Mendoza soal ancaman sanksi WTA.
Sebelumnya Janice mengumumkan lewat media sosial pribadinya terpaksa mundur dari Asian Games 2026.
Hal ini diputuskan atas banyak pertimbangan, terutama karier profesionalnya.Mengenai keputusan Janice ini, Pelti memberikan pembelaan.
Pelti mengaku bersedia menanggung denda yang bakal diberikan WTA asal Janice tetap tampil dalam Asian Games. Namun, ada ancaman lainnya yang bisa mengganggu Janice.
Ancaman yang dimaksud adalah kehilangan poin, sehingga rankingnya bisa turun dan tidak biasa tampil dalam sejumlah ajang bergengsi termasuk Australia Open 2027.
Sekretaris Jenderal Pelti, Andi Fajar, mengatakan absennya Janice dalam Asian Games merupakan bagian dari strategi untuk menjaga peringkat dunia dan peluang tampil di Australian Open 2027.
"Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," kata Andi dilansir dari kantor berita Antara.
"Kami juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kami sudah sampaikan ke WTA, kami akan membayar denda, tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu," kata Andi menjelaskan.