Kemayoran17 FC Balas Dendam, Hajar Persija Barat 1-0
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Benar kata orang bijak, fokus melakukan segala sesuatu, bercabang ya hasilnya pun diluar perkiraan. Laga minggu pertama (minggu ke-8) putaran kedua Liga Soeratin U-15 jadi laga balas dendam Kemayoran17 FC menghadapi Persija Barat, gol sematawayang di menit-menit akhir membalas kekalahan mereka di putaran pertama. Sabtu (19/09).
Kemayoran17 menunjukan progres yang baik selama mengikuti Liga Soeratin U-17, permainan mereka pun berkembang, aliran bola dari lini per lini berjalan apik. Sayang dipenyelasaian akhir mereka masih terburu-buru, bola sering melebar beberapa meter dari gawang lawan.
Maka hingga babak pertama usai pasukan kuning-biru belum mampu merobek gawang Persija Barat, baru di babak kedua itupun memdekati akhir pertandingan, gempuran Kemayoran17 berhasil mencuri gol. Kerja sama antara pemain tengah, menyalurkan bola ke sayap kiri dan mengirim bola ke kotak pinalti lawan disambut baik pemain nomer 23, sekali sontek bola menyusur ke sudut kanan kiper Persija Barat.
Sementara Persija Barat bukan tanpa perlawanan, pasukan biru-biru ini mencoba menahan gempuran lawan terutama dari sektor kiri Persija Barat yang sedikit lemah. Gol lawan pun tercipta karena faktor tersebut.
Pelatih Persija Barat Mardi Mustofa mengatakan, kekalahan timnya bukan karena kualitas permainan mereka dibawah lawan, tapi karena kelelahan pemainnya. Persija Barat harus main di tiga kompetisi yang mereka ikuti. Karena itu stamina pemainnya terkuras akibat kompetisi tersebut.
"Pemain inti banyak yang diistirahatkan, ada pemainnnya bukan di posisi aslinya harus menggantikan pemain yang absen. Namun saya tetap bangga dengan timnya yang masih memberi perlawanan meski stamina mereka menurun", kilahnya.
Menurutnya, belum akan ada perubahan skema guna menghadapi pertandingan berikutnya, hanya porsi latihan yang ditambah terutama kerja sama dan pemahaman posisi masing-masing pemain.
Sedangkan manajer Kemayoran 17 FC mengatakan, puas dengan hasil yang diperoleh timnya, dan timnya bisa membalas kekalahan di putaran pertama. "Bangga anak-anak ada perkembangan", tambahnya.
Dikatakan, kondisi semua tim sebenarnya 11-12, mereka harus mengalah dengan jadwal sekolah anak-anak. Demikian juga dengan timnya, saat latihan jarang semuanya bisa hadir. Namun ia percaya anak asuhnya bisa mengatur waktu antar sekolah dan latihan, dan terbukti latihan selama mengikuti Liga Soerartin ada perkembangan.
Dirinya menyerahkan sepenuhnya ke pelatih untuk menghadapi pertandingan berikutnya, ia hanya berharap timnya bermain baik, kerja sama rapih dan setiap pemain paham dengan posisi masing-masing, dan percaya diri serta semangat terus berkobar menhadapi lawan manapun.