indonews

indonews.id

Pezeshkian Tiba di New York Hadiri Sidang PBB di Tengah Perang dengan AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (22/9) waktu setempat, untuk menghadiri dan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (22/9) waktu setempat, untuk menghadiri dan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.

Kedatangan Pezeshkian berlangsung di tengah perang antara Iran dan AS yang masih berlangsung. Delegasi Iran disambut sejumlah pejabat diplomatik Iran, termasuk duta besar dan wakil tetap Iran untuk PBB. Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9).

Pezeshkian memimpin delegasi Iran dalam rangkaian High-Level Week PBB. Selain menghadiri sidang, ia diperkirakan melakukan sejumlah pertemuan dengan kepala negara serta tokoh politik dan budaya yang berada di New York.

Kunjungan tersebut berlangsung setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberikan izin masuk kepada delegasi inti Iran untuk menghadiri agenda tingkat tinggi Majelis Umum PBB.

Izin tersebut diberikan dengan mengacu pada kewajiban AS sebagai negara tuan rumah PBB berdasarkan UN Headquarters Agreement. Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta sejumlah personel diplomatik termasuk dalam delegasi yang diperbolehkan datang ke New York.

Namun, Washington menolak visa bagi sejumlah anggota tambahan delegasi Iran, termasuk sebagian staf media Pezeshkian. Pemerintah AS juga memberlakukan pembatasan tertentu terhadap pergerakan dan aktivitas anggota delegasi Iran selama berada di New York.

Kehadiran Pezeshkian di New York menjadi perhatian karena berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran berada dalam kondisi sangat tegang akibat perang yang pecah sejak akhir Februari 2026.

Pada Selasa (22/9), Trump juga menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB dengan perang Iran menjadi salah satu isu utama. Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington terbuka untuk berbicara dengan delegasi Iran di sela-sela Sidang Umum PBB, meski belum ada pertemuan yang dijadwalkan.

Pezeshkian sendiri tidak dijadwalkan bertemu langsung dengan Trump dalam agenda yang telah diumumkan. Namun, keberadaan delegasi Iran di New York membuka ruang bagi pembicaraan diplomatik di tengah upaya mencari jalan keluar dari konflik.

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 berlangsung pada 22–28 September 2026. Dalam agenda tersebut, para kepala negara dan pemerintahan menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan global, termasuk konflik, perdamaian, keamanan internasional dan kerja sama multilateral.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas