Nasional

Presiden Iran Minta Maaf Usai Serang Negara Tetangga, Tegaskan Tak Akan Menyerah ke Israel-AS

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 08/03/2026 09:55 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah negara tetangga yang terdampak serangan militer Iran dalam konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Pezeshkian pada Sabtu (7/3), setelah Iran meluncurkan serangan ke beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Serangan Iran diketahui menyasar wilayah Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, serta Bahrain.

Langkah tersebut dilakukan sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

“Saya harus meminta maaf atas nama pribadi dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang Iran,” kata Pezeshkian seperti dikutip dari AFP.

Ia menjelaskan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara tersebut.

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintah Iran telah memutuskan untuk tidak lagi melancarkan serangan terhadap negara tetangga.

“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sudah sepakat tidak akan lagi menyerang negara tetangga,” ujarnya.

Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri telah berlangsung selama sepekan sejak meningkatnya ketegangan antara Iran di satu sisi dengan Israel dan Amerika Serikat di sisi lain.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada tekanan dari kedua negara tersebut.

“Musuh Iran harus membawa keinginan itu ke liang kubur untuk melihat rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegasnya.

Ketegangan yang meningkat di kawasan itu kini menjadi perhatian internasional karena berpotensi memperluas konflik dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.*

Artikel Lainnya