Kontak Tembak di Intan Jaya Papua: TNI Laporkan 4 Anggota OPM Tewas, Dua Jatuh ke Jurang
Kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Dalam insiden tersebut, TNI melaporkan empat anggota kelompok bersenjata tewas.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Dalam insiden tersebut, TNI melaporkan empat anggota kelompok bersenjata tewas.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan kelompok bersenjata yang terlibat kontak tembak tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Menurut Riyanto, kontak senjata bermula setelah personel TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Balamai Atas. Personel kemudian bergerak melakukan penelusuran dan pengamanan wilayah.
Saat tiba di lokasi, personel TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok tersebut. TNI menyebut empat anggota kelompok bersenjata tewas dalam peristiwa itu.
"Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung," kata Riyanto dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).
Setelah kontak senjata mereda, personel Satgas Koops TNI Habema melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Dari penyisiran tersebut, aparat mengamankan sejumlah senjata api, amunisi, alat komunikasi, dan perlengkapan lapangan.
Barang bukti yang dilaporkan diamankan antara lain satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik optik Trijicon, serta 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Aparat juga mengamankan satu magazen SS2 V1, sejumlah perangkat komunikasi dan telepon seluler, serta perlengkapan lapangan lainnya. Barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
TNI Tekankan Perlindungan Warga
Riyanto mengatakan operasi pengamanan di wilayah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata. Ia menegaskan setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan," ujar Riyanto.
Menurut dia, tujuan operasi tidak semata-mata mengatasi gangguan keamanan, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Riyanto menyebut keamanan diperlukan agar warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, serta pelayanan kesehatan, pemerintahan, adat, dan keagamaan dapat berlangsung.
Di tengah operasi keamanan tersebut, Riyanto juga menyerukan anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk menghentikan kekerasan dan kembali kepada keluarga.
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama," ujarnya.
Insiden di Intan Jaya ini kembali menunjukkan masih berlangsungnya konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua Tengah. Namun, dalam laporan mengenai peristiwa tersebut, informasi mengenai empat korban tewas dan barang bukti yang disita bersumber dari keterangan Koops TNI Habema.