Nasional

TNI Habema Bongkar Fakta di Balik Video Viral Pendobrakan Kantor Bupati Intan Jaya

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 25/07/2026 19:03 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah tudingan yang menyebut personelnya terlibat dalam aksi pengambilan komputer di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua, sebagaimana narasi yang beredar luas di media sosial.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan verifikasi bersama instansi terkait. Hasilnya, informasi yang beredar dinyatakan tidak sesuai dengan fakta.

"Koops TNI Habema bersama pihak terkait segera melakukan penelusuran dan verifikasi. Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta," kata Wirya dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Menurut Wirya, video yang kembali viral itu merupakan dokumentasi kegiatan pemeriksaan keamanan oleh Satgas Yonif 501/BY di Kantor Bupati Intan Jaya pada 2021. Pemeriksaan dilakukan setelah aparat menerima laporan dari salah seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Dalam video tersebut memang terlihat sejumlah personel TNI mendobrak pintu ruangan. Namun, tindakan itu dilakukan karena beberapa ruangan tidak dapat diakses dan bertujuan memastikan kondisi bangunan serta mengamankan aset perkantoran.

"Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang," ujarnya.

Wirya menegaskan, persoalan yang terjadi pada 2021 telah diselesaikan melalui musyawarah antara Danrem 173/PVB saat itu Brigjen TNI Taufan Gestoro dengan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, termasuk penyelesaian terhadap fasilitas kantor yang mengalami kerusakan.

Ia juga meluruskan bahwa dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan Kantor Bupati Intan Jaya yang dilaporkan pada Jumat (24/7) merupakan peristiwa berbeda dan tidak memiliki keterkaitan dengan video lama yang kini kembali beredar.

Menurut keterangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, kasus dugaan pencurian tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya.

"Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan," tegas Wirya.

Koops TNI Habema mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. TNI menekankan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, guna mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu situasi keamanan di Papua.

Artikel Lainnya