indonews

indonews.id

Nathaniel Akbar Pemain Anyar PSF Academy Berdarah Inggris

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Main bola bukan sekedar hoby tapi juga panggilan, bila jiwa sudah memanggil berlatih pun dimulai sejak usia dini. Nathaniel Alexander Akbar. remaja usia 14 tahun penyuka sepakbola sejak masa kanak-kanak, demi memenuhi hasrat mengolah si kulit bundar ia bergabung di PSF Academy, dan Piala Soeratin U-15 Piala Gubernur jadi debutnya ikut kompetisi penuh.

Ditemui usai menunjukan kemampuannya di lapangan sintetis 2 PSF, Pancoran, Minggu (4/10) siang, ia terlihat senang seusai timnya berlaga melawan Real Jakarta. Di debutnya ikut Liga Soeratin ia berkontribusi bagi PSF Acadeny dan tercatat sebagai pencetak gol.

Pelajar kelas 9 SMP Highscop di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan meripakan pemain yang baru saja didaftarkan sebagai bagian dari kesebelasan PSF di putaran kedua Liga Soeratin U-15. Putaran pertama namanya belum masuk daftar pemain PSF, namun sudah ikut latihan di Pancoran, Jakarta Selatan.

Ia dipercaya menjadi juru gebuk pasukan PSF, sebagai striker Nathaniel sangat mengidolakan pemain depan Manchester City Erling Haaland pria Norwegia mesin gol pasukan biru langit di Liga Inggris.

Remaja bertinggi 178 ini juga mengidolakan penyerang timnas Rafael William Struick yang juga tercatat sebagai pemain Dewa United. Kala disinggung adakah pemain Indonesia yang tak berdarah campuran, ia hanya menggelengkan kepala.

Nathaniel tak menyebutkan alasan kenapa mengidolakan dua penyerang tersebut, ia hanya mengatakan kedua pemain itu hebat. Guna menyamai dua idolanya terutama Haaland, Nathaniel tak pernah absen latihan kecuali waktu berbenturan dengan jadwal sekolah, dan ia ganti dengan berlatih mandiri bersama ayahnya di rumah.

Remaja yang lahir dari wanita asal surabaya dan ayahnya asal Inggris punya keinginan menjadi pesepakbola profesional, maka baginya untuk terus meningkatkan kemampuan teknik mengolah bola dengan cara berlatih, berlatih, dan berlatih, serta mengikuti saran dan nasehat para pelatih di PSF Pancoran.

Semoga saja Nathaniel terus berlatih dan menjadi pesepakbola profesional, timnas Indonesia tak perlu lagi melirik pemain asal Eropa berdarah Indonesia, cukup Nathaniel penyerang kalem berwajah `bule` kelahiran Jakarta di tahun 2011. Mungkin nanti kehadiran Nathaniel di timnas mengurangi cibiran warga terhadap timnas Garuda, karena Nathaniel bukan dinaturalisasi tapi memang lahir dan besar di bumi Pertiwi. 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas