Home › Olah Raga

PSF Academy Pesta 5 Gol, Real Jakarta masih Cari Chemistry

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 04/10/2026 21:21 WIB


PSF Academy Pesta 5 Gol, Real Jakarta masih Cari Chemistry

Jakarta, INDONEWS.ID - PSF Academy tampil dominan saat menghadapi Real Jakarta pada pekan kesembilan Piala Soeratin U-15 Piala Gubernur di lapangan sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10). Bermain lebih taktis dan terorganisasi, PSF Academy mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 5-0.

Sejak menit awal, PSF Academy langsung mengambil kendali permainan. Baru enam menit laga berjalan, Rival A. Naya sudah mampu membobol gawang Real Jakarta yang terbuka lebar. Gol cepat tersebut membuat PSF semakin percaya diri mengembangkan permainan.

Real Jakarta berusaha memberikan perlawanan, namun belum mampu menemukan bentuk permainan terbaiknya. Kondisi itu dimanfaatkan PSF untuk terus menekan.

Memasuki menit ke-26, Rizki A. Rapha menggandakan keunggulan PSF menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, PSF semakin leluasa. Nathaniel AA, pemain yang baru diturunkan PSF dan berdarah Inggris-Surabaya, mencetak gol ketiga melalui sundulan pada menit ke-35.

Hanya dua menit berselang, Rizki kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat PSF unggul 4-0. Kapten tim, Rakha Saudana, kemudian melengkapi pesta gol PSF menjadi 5-0.

PSF sebenarnya masih berpeluang menambah gol. Setidaknya ada tiga peluang emas yang tercipta, namun buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut terbuang.

Direktur Teknik PSF Ibnu Grahan mengatakan, pertandingan tersebut sekaligus menjadi ajang rotasi pemain. Empat pemain yang baru didaftarkan untuk tampil di Piala Soeratin mendapat kesempatan merasakan atmosfer kompetisi.

"Rotasi ini untuk membiasakan anak-anak ikut kompetisi menuju jenjang kompetisi berikutnya", ucap Ibnu.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Piala Soeratin menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Kompetisi memberikan kesempatan kepada pemain untuk merasakan tekanan pertandingan sekaligus menjadi sarana bagi tim memantau perkembangan anak asuh.

"Bagi kami menang atau kalah itu biasa. Yang penting anak-anak mendapat kesempatan bermain di kompetisi yang padat seperti ini", ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Real Jakarta mengakui kekalahan timnya tidak lepas dari absennya sejumlah pemain inti yang masih memiliki kegiatan sekolah. Kondisi tersebut membuat Real Jakarta tidak dapat menurunkan komposisi terbaik.

"Kami harus mengalah demi pendidikan anak asuhnya", ujarnya.

Selain persoalan absennya pemain inti, Real Jakarta juga masih dalam proses membangun chemistry. Perpaduan pemain lama dan baru belum sepenuhnya menyatu sehingga koordinasi di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah.

Meski harus menerima kekalahan 5 gol tanpa balas, sang pelatih tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang terus berusaha mengimbangi permainan PSF hingga laga berakhir.

"Chemistry ini akan terus kita tingkatkan dalam latihan", ujarnya.

Ia menambahkan, proses pembinaan tidak hanya berbicara mengenai teknik dan hasil pertandingan. Pemain juga harus dipersiapkan secara mental agar mampu menerima kemenangan maupun kekalahan.

"Kami menjaga mental anak-anak agar jangan kendor latihan. Kami juga sedang membenahi pemain dan mereka sedang mencari keseimbangan antara kewajiban sekolah dan kewajiban latihan", kilahnya menutup pembicaraan.

Artikel Lainnya