Home › Olah Raga

Maesa Pararaider Tekuk Bintang Ragunan 2-0, Dominasi Permainan Sejak Menit Awal

Oleh : rio apricianditho - Minggu, 04/10/2026 18:56 WIB


Aksi pemain Bintang Ragunan dikurung anak-anak Maesa Pararaider.foto:pras.
Aksi pemain Bintang Ragunan dikurung anak-anak Maesa Pararaider.foto:pras.

Jakarta, INDONEWS.ID - Maesa Pararaider tampil dominan saat menghadapi Bintang Ragunan pada pekan kesembilan Piala Soeratin U-15 Piala Gubernur. Bermain di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10), Mahesa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maesa langsung mengambil kendali permainan. Kombinasi umpan pendek dan permainan satu-dua membuat lini pertahanan Bintang Ragunan lebih banyak bekerja keras menghalau serangan.

Sebaliknya, Bintang Ragunan kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan yang terus datang membuat mereka lebih sering membuang bola daripada membangun serangan dari lini belakang. Pola permainan satu-dua yang menjadi salah satu cara keluar dari tekanan juga nyaris tak terlihat.

Maesa akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-32. Berawal dari tendangan penjuru, bola jatuh tepat ke arah Rado Al Ghifari yang berdiri di dalam kotak penalti. Dengan tandukan keras, Rado mengarahkan bola ke gawang dan tak mampu dijangkau kiper Bintang Ragunan.

Unggul 1-0 membuat Mahesa semakin percaya diri. Mereka tetap menjaga intensitas serangan dan tidak memberikan banyak ruang kepada lawan untuk mengembangkan permainan.

Gol kedua pun lahir melalui sebuah serangan dari sisi kanan. Alfahrizi P. Ariyanto melepaskan tendangan yang mengarah ke tiang jauh dan gagal dihentikan penjaga gawang Bintang Ragunan. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pelatih Maesa Pararaider, Nughoro Bibit, mengaku puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil positif di tengah padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani tim.

"Sabtu kemarin mereka juga habis main, tapi kami bisa mendapatkan hasil yang positif", kata Nughoro.

Meski demikian, Nughoro mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam membangun chemistry antara pemain maupun antara pemain dan pelatih.

Maesa, kata dia, memiliki kebiasaan melakukan rotasi pemain sekaligus pelatih. Pola tersebut sengaja diterapkan untuk membiasakan para pemain menerima arahan dan karakter permainan dari pelatih yang berbeda.

"Yang sedikit menjadi kendala bagaimana membangun satu kesatuan. Pemain kadang berganti, begitu juga dengan pelatih", tandasnya.

Sementara itu, pelatih Bintang Ragunan Abu Bakar menilai anak asuhnya sebenarnya mampu bermain lebih lepas. Ia melihat hal itu dari fakta bahwa timnya baru kebobolan pada menit ke-32, berbeda dari beberapa pertandingan sebelumnya ketika mereka sudah kemasukan gol pada awal laga.

Menurut Abu Bakar, bermain lepas bukan berarti bermain tanpa strategi, melainkan tidak terburu-buru ketika menguasai bola. Ia meminta pemainnya lebih cermat saat berada dalam tekanan.

"Kalau buang bola jangan sampai ke kaki lawan, tapi buang jauh", ucapnya.

Abu Bakar juga menyoroti fenomena dalam kompetisi usia muda, di mana sejumlah tim dinilai menggunakan pemain yang berasal dari luar tim mereka. Menurutnya, Bintang Ragunan memilih mempertahankan pemain yang memang menjalani latihan bersama tim tersebut.

"Kami ini pemainnya memang pemain yang latihan di sini", ujarnya.

Kemenangan 2-0 atas Bintang Ragunan membuat Mahesa Pararaider menunjukkan bahwa kualitas permainan dan kedisiplinan menjalankan skema menjadi kunci untuk meraih hasil positif di tengah persaingan Piala Soeratin U-15 Piala Gubernur yang memasuki pekan kesembilan.

Artikel Lainnya