indonews

indonews.id

Bina Mutiara Kehilangan Taji, Maverick Paksa Pemuncak Klasemen Berbagi Angka

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Bina Mutiara belum menemukan kembali ketajamannya di putaran kedua Liga Jakarta U-17. Setelah menelan kekalahan pada pekan kedelapan, pemuncak klasemen itu kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang Maverick 1-1 pada pekan kesembilan di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10).

Hasil ini menjadi sinyal bahwa persaingan di putaran kedua semakin menantang bagi Bina Mutiara. Tim yang tampil tanpa kekalahan sepanjang putaran pertama tersebut kini harus menghadapi kenyataan bahwa dominasi mereka tak lagi semudah sebelumnya. Meski demikian, tambahan satu poin masih cukup untuk menjaga posisi mereka di puncak klasemen.

Sebaliknya, Maverick menunjukkan perkembangan positif. Setelah kalah dari lawan yang sama pada pertemuan sebelumnya, mereka kali ini mampu memberikan perlawanan sengit dan memaksa Bina Mutiara mengakhiri pertandingan tanpa kemenangan.

Duel kedua tim berlangsung dalam tensi tinggi. Jual beli serangan tersaji sepanjang laga, tetapi pertandingan tetap berjalan dalam koridor sportivitas. Wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain Bina Mutiara akibat tekel keras terhadap lawan.

Bina Mutiara lebih dahulu memecah kebuntuan pada menit ke-14. Striker andalannya, Arfrel R. Saputra, memperlihatkan ketenangan saat menerima bola. Hanya dengan dua sentuhan, ia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut kanan gawang Maverick dan mengubah skor menjadi 1-0.

Keunggulan tersebut sempat membuat Bina Mutiara berada di atas angin. Namun, Maverick tak menyerah begitu saja. Memasuki babak kedua, mereka terus mencari celah untuk menyamakan kedudukan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38.

Alvin P. Ramadhan melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung kiper Bina Mutiara, Rizky Supriyadi. Sang penjaga gawang sempat mengalami sedikit cedera akibat salah pijak ketika berusaha menepis tendangan lawan sebelum gol tersebut terjadi.

Gol Alvin mengubah jalannya pertandingan. Kedua tim kembali berusaha mencari gol kemenangan, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah. Bina Mutiara harus puas berbagi angka, sementara Maverick mendapat hasil berharga setelah mampu menahan tim pemuncak klasemen.

Pelatih Bina Mutiara, Rizki Nurpirdaus, mengakui timnya sedikit lengah setelah unggul lebih dahulu. Situasi tersebut dimanfaatkan Maverick untuk bangkit dan mencetak gol penyeimbang.

Meski gagal meraih tiga poin, Rizki tetap mengapresiasi hasil pertandingan. Menurutnya, tambahan satu poin cukup penting untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain setelah kekalahan pada awal putaran kedua.

Ia menjelaskan, performa Bina Mutiara yang belum kembali seperti putaran pertama tidak terlepas dari regenerasi pemain. Pada putaran kedua, timnya lebih banyak mengandalkan pemain kelahiran 2010, sementara sejumlah pemain yang memperkuat tim pada putaran pertama tengah mengikuti kompetisi EPA U-18 di Depok.

Kondisi tersebut membuat Bina Mutiara harus melakukan penyesuaian di tengah padatnya jadwal kompetisi usia pembinaan. Namun, Rizki menilai Liga Jakarta U-17 tetap menjadi ajang penting untuk mengevaluasi perkembangan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, sekaligus menguji strategi agar tim mampu meraih hasil maksimal.

Di kubu lawan, kiper Maverick, Rizky Supriyadi, mengaku puas dengan keberhasilan timnya menahan imbang pemuncak klasemen. Ia mengapresiasi kekompakan rekan-rekannya yang terus menjaga semangat dan berjuang sepanjang pertandingan.

Rizky berharap hasil tersebut menjadi modal bagi Maverick untuk membangun mental bertanding yang lebih kuat dan mempertahankan permainan terbaik pada laga-laga berikutnya.

Bagi Bina Mutiara, hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa posisi puncak klasemen tak menjamin jalan mulus menuju akhir kompetisi. Sementara bagi Maverick, keberhasilan menahan sang pemimpin klasemen menunjukkan bahwa persaingan Liga Jakarta U-17 di putaran kedua masih terbuka dan setiap poin harus diperjuangkan hingga peluit akhir.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas