indonews

indonews.id

Tertinggal Dua Gol, Bina Taruna Bangkit dan Bungkam Putra Sejati 4-2

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
zoom-in Tertinggal Dua Gol, Bina Taruna Bangkit dan Bungkam Putra Sejati 4-2
Aksi dua pemain Putra Sejati (kuning) dan Bina Taruna (hijau).foto:pras.

Jakarta, INDONEWS.ID - Bina Taruna menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Putra Sejati dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Minggu (25/10). Sempat tertinggal dua gol, Bina Taruna bangkit dan membalikkan keadaan untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2.

Kemenangan dramatis tersebut menjadi bukti daya juang Bina Taruna yang tidak menyerah meski berada dalam tekanan. Sebaliknya, Putra Sejati harus menerima kenyataan pahit setelah keunggulan dua gol yang sempat mereka bangun gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.

Kedua tim mengawali laga dengan saling menekan demi mengamankan tiga poin. Putra Sejati berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-17 melalui Muhammad Ibrahimuvik. Gol itu tercipta setelah penjaga gawang Bina Taruna gagal mengantisipasi bola yang bergulir pelan di depan gawang. Bola yang sempat ditepis justru terus melaju masuk ke dalam gawang.

Belum sempat bangkit dari kebobolan, Bina Taruna kembali dikejutkan oleh gol kedua Putra Sejati semenit kemudian. Afriyansyah menusuk dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Salman Alfarizy yang menerima bola langsung melepaskan tendangan keras ke sudut gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol tidak membuat Bina Taruna kehilangan semangat. Perlahan, mereka mulai membangun serangan dan memperbaiki permainan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Gilang Angga memanfaatkan bola hasil perebutan di lini pertahanan untuk melancarkan serangan balik.

Bergerak mendekati kotak penalti seorang diri, Gilang memanfaatkan ruang tembak yang terbuka untuk melepaskan tendangan ke sudut kanan gawang. Gol tersebut memperkecil ketertinggalan Bina Taruna sekaligus membangkitkan kepercayaan diri tim.

Bina Taruna kemudian terus meningkatkan tekanan hingga berhasil menyamakan kedudukan. Kedua tim memasuki babak berikutnya dengan pertandingan yang semakin terbuka dan persaingan yang kian ketat.

Memasuki babak kedua, Bina Taruna tampil lebih agresif. Tim yang sebelumnya lebih banyak mendapat tekanan kini berbalik mengambil inisiatif serangan. Perubahan pola permainan membuat Putra Sejati kesulitan mempertahankan keunggulannya.

Momentum kebangkitan Bina Taruna mencapai puncaknya ketika Adiat Saputra melakukan tusukan sebelum mengirimkan umpan ke kotak penalti. Yefta Depri yang berada dalam posisi tepat langsung menyambar bola dan membawa Bina Mutiara berbalik unggul 3-2.

Putra Sejati berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi Bina Taruna justru berhasil memperlebar jarak menjelang pertandingan berakhir. Berawal dari sepak pojok yang mengarah ke tengah kotak penalti, penjaga gawang Putra Sejati gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Bola jatuh di depan Marco Rizki yang langsung menyambutnya dengan tandukan untuk mengubah skor menjadi 4-2.

Hingga peluit akhir dibunyikan, Putra Sejati gagal memperkecil ketertinggalan. Bina Taruna pun memastikan kemenangan setelah menunjukkan kebangkitan luar biasa, terutama pada babak kedua.

Pelatih Bina Taruna, Elga, mengatakan dua gol yang bersarang di gawang timnya pada awal pertandingan tidak terlepas dari kesalahan para pemain yang terlalu sering mengandalkan kemampuan individu.

Saat turun minum, ia meminta para pemain memperbaiki kesalahan dan kembali bermain sebagai sebuah tim. Arahan tersebut perlahan membuahkan hasil hingga Bina Taruna mampu membalikkan keadaan.

“Secara kualitas permainan, kami imbang. Hanya, pemain banyak membuat kesalahan sehingga kebobolan lebih dahulu. Setelah diberikan arahan, mereka mulai meminimalkan kesalahan dan akhirnya mampu membalikkan keadaan", ucap Elga.

Sementara itu, asisten pelatih Putra Sejati, Wiyono, mengakui mental pemainnya menurun setelah keunggulan dua gol berhasil disamakan lawan. Kondisi tim juga diperberat dengan absennya sejumlah pemain inti akibat cedera.

“Mental pemain anjlok setelah kedudukan disamakan. Tim kami juga banyak ditinggalkan pemain akibat cedera", tandas Wiyono.

Meski harus menerima kekalahan, Wiyono menegaskan timnya akan terus melakukan evaluasi dari setiap pertandingan. Perbaikan diperlukan agar Putra Sejati dapat tampil lebih konsisten dan tidak kembali kehilangan keunggulan pada laga-laga berikutnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas