Home › Olah Raga

Toyo Haryono Tunjukkan Progres, Libas Bintang Ragunan 2-0

Oleh : rio apricianditho - Sabtu, 24/10/2026 20:53 WIB


Toyo Haryono Tunjukkan Progres, Libas Bintang Ragunan 2-0

Jakarta, INDONEWS.ID - Perlahan tetapi pasti, Toyo Haryono mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya di Liga Jakarta. Tim yang ditangani mantan pemain tim nasional itu menunjukkan perkembangan positif pada pekan ke-10 setelah menaklukkan Bintang Ragunan dengan skor 2-0 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Sabtu (24/10).

Dua gol kemenangan Toyo Haryono dicetak Alvin Putranto pada penghujung babak pertama dan Achmad S. Alwi pada menit ke-41. Hasil ini menjadi bukti bahwa pembenahan permainan dan motivasi yang terus diberikan pelatih mulai menunjukkan hasil.

Sejak peluit awal dibunyikan, Toyo Haryono berusaha mengambil inisiatif serangan. Kerja sama antarpemain terlihat lebih terorganisasi, dengan pergerakan yang saling mendukung dan upaya menjaga posisi. Sebaliknya, Bintang Ragunan masih kesulitan membangun permainan kolektif. Para pemainnya kerap berkumpul di satu area sehingga ruang dan posisi di lapangan kurang terjaga.

Keunggulan Toyo Haryono akhirnya tercipta menjelang turun minum. Melalui kombinasi umpan satu-dua, barisan pertahanan Bintang Ragunan berhasil ditembus. Alvin Putranto kemudian menyelesaikan peluang dengan tendangan terarah yang mengecoh penjaga gawang dan mengirim bola ke sudut gawang. Toyo Haryono pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Toyo Haryono tampil semakin solid dan terus menekan pertahanan lawan. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan, meski beberapa di antaranya gagal dikonversi menjadi gol. Bahkan, sebuah peluang ketika penyerang Toyo berhadapan satu lawan satu dengan kiper Bintang Ragunan belum membuahkan hasil setelah tendangannya melebar dari sasaran.

Tekanan Toyo Haryono akhirnya kembali menghasilkan gol pada menit ke-41. Achmad S. Alwi yang bergerak dari sisi kanan melepaskan tendangan langsung ke arah gawang. Bola meluncur tanpa mampu dihalau penjaga gawang Bintang Ragunan, sekaligus mengubah skor menjadi 2-0.

Bintang Ragunan berusaha mencari gol balasan, tetapi rapatnya permainan Toyo Haryono membuat mereka kesulitan mengembangkan serangan. Hingga pertandingan berakhir, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Toyo Haryono.

Asisten pelatih Toyo Haryono Rizki Ardiansyah mengatakan, perubahan permainan timnya tidak terlepas dari pendekatan psikologis dan motivasi yang terus diberikan kepada para pemain, baik saat latihan maupun pertandingan. Ia mengakui, perjalanan tim pada putaran pertama tidak mudah karena mereka nyaris tanpa poin. Namun, ia terus berusaha membangkitkan kepercayaan diri anak asuhnya agar berani bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik.

“Saya sering mengatakan kepada mereka, bermainlah seolah-olah kalian sedang ditonton pelatih timnas Garuda dan menjadi bagian dari tim besar. Itu yang selalu saya sampaikan, baik saat latihan maupun ketika bertanding", jelasnya.

Ia menegaskan, tidak ada pemain yang menjadi andalan tunggal di dalam timnya. Menurut dia, sepak bola merupakan permainan kolektif yang menuntut seluruh pemain bekerja sama, saling membantu, dan menjaga kekompakan.

Baginya, keberhasilan pembinaan bukan sekadar melahirkan satu atau dua pemain yang menonjol, melainkan membuat seluruh anggota tim berkembang dan berani mengambil peran. Ia ingin setiap pemain Toyo Haryono mampu menjadi bintang melalui kontribusi mereka bagi tim.

Sementara itu, pelatih Bintang Ragunan, Teuku, mengakui anak asuhnya masih kesulitan menerapkan permainan kolektif. Sejumlah pemain dinilai masih cenderung mengutamakan aksi individu dibandingkan membangun kerja sama.

Ia mengaku kerap mengingatkan pemainnya, bahkan dengan teguran keras, agar lebih mengutamakan kepentingan tim. Namun, pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu mengubah pola permainan mereka.

Ke depan, Teuku akan memfokuskan latihan pada peningkatan kekompakan dan penyelesaian akhir. Menurutnya, Bintang Ragunan sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi kurang efektif dalam memanfaatkannya menjadi gol.

Duel di Pancoran ini memperlihatkan bahwa dalam kompetisi pembinaan usia muda, kemampuan individu perlu berjalan beriringan dengan disiplin posisi, kerja sama, dan efektivitas penyelesaian akhir. Toyo Haryono mulai menunjukkan kemajuan melalui permainan yang lebih terorganisasi, sedangkan Bintang Ragunan masih memiliki pekerjaan rumah untuk membangun kekuatan sebagai sebuah tim.

Artikel Lainnya