GK Center Gandeng LPER Adakan Diskusi Inovasi Cerdas untuk Indonesia Emas
GK Center Gandeng LPER Adakan Diskusi Inovasi Cerdas untuk Indonesia Emas
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, GK Center yang dipimpin oleh Kelik Wirawan menggandeng Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dalam kegiatan Diskusi Santai bertema “Inovasi Tanpa Batas, Ekonomi Indonesia Naik Kelas”. Kegiatan ini berlangsung di Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026), sebagai ruang bertukar gagasan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kolaborasi untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan kader berprestasi dari berbagai lembaga yang tergabung dalam jejaring GK Center. Selain menjadi forum untuk membahas tantangan ekonomi nasional, kegiatan ini juga menjadi ajang reuni dan mempererat hubungan antaranggotanya.
Pimpinan GK Center, Kelik Wirawan, menyampaikan bahwa para pembicara yang hadir merupakan kader-kader berprestasi dari lembaga yang dipimpinnya. Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga melahirkan pemikiran konstruktif dan gagasan inovatif yang dapat berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Haryo Tienmar selaku Ketua Umum LPER, Bakri Maulana selaku Ketua Harian LPER, dan Eka Mardiyani selaku Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan LPER. Kehadiran jajaran pengurus LPER menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yaitu Asst. Prof. Dr. Gema Merdeka Goeyardi, pakar finansial dan akademisi; Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., M.M., Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang sekaligus Tim Pengarah GK Center dan Sekretaris Jenderal LPER; serta Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA, Guru Besar Teknik Industri Universitas Trisakti dan staf pengajar Lemhannas RI. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Francisca juga bertindak sebagai moderator.
Asst. Prof. Dr. Gema Merdeka Goeyardi, S.E., M.M., ATP, CAT, CFTe, MFTA, MCFI, dikenal sebagai pengusaha atau tradepreneur, pakar finansial, akademisi, sekaligus pilot profesional. menekankan bahwa upaya membawa Indonesia naik kelas harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan karakter yang dibangun sejak lingkungan keluarga. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antargenerasi, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri G., M.M., merupakan Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang, Tim Pengarah GK Center, sekaligus Sekretaris Jenderal LPER. menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha dalam melakukan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global.
Dalam pemaparannya, ia menyinggung indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada kisaran 4,9–5,1%, serta perkembangan penyaluran kredit pada sejumlah sektor produktif. Menurutnya, potensi ekonomi tersebut perlu dioptimalkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha.
Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA, Guru Besar Teknik Industri Universitas Trisakti sekaligus staf pengajar Lemhannas RI. Ia menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya transformasi Indonesia agar mampu menjadi bangsa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Menurut Prof. Dadan, Indonesia naik kelas ketika mampu beralih dari sekadar menggunakan menjadi menciptakan, dari hanya menjadi pasar menjadi pemain, serta dari mengikuti perubahan dunia menjadi bangsa yang turut menentukan arah perubahan.
“Indonesia naik kelas ketika kita tidak lagi sekadar menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta; tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pemain; dan tidak sekadar mengikuti perubahan dunia, tetapi turut menentukan arah perubahan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, GK Center dan LPER berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi dalam menciptakan inovasi dan membangun sumber daya manusia yang unggul.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas.