indonews

indonews.id

Prabowo Ungkap Masih Ada Kelompok Ingin Indonesia Pecah, Singgung Ancaman terhadap Pancasila

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masih adanya kelompok-kelompok di Indonesia yang menginginkan perpecahan bangsa. Ia menilai kelompok tersebut tidak menyukai Pancasila dan berupaya mendorong terbentuknya negara dengan ideologi berdasarkan agama, suku, maupun ras tertentu.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masih adanya kelompok-kelompok di Indonesia yang menginginkan perpecahan bangsa. Ia menilai kelompok tersebut tidak menyukai Pancasila dan berupaya mendorong terbentuknya negara dengan ideologi berdasarkan agama, suku, maupun ras tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Prabowo menegaskan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter dan kesadaran kebangsaan.

"Nilai-nilai yang kita ajarkan saya minta dipertahankan: nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila," kata Prabowo.

Ia kemudian menyinggung adanya kelompok yang menginginkan sistem kenegaraan berdasarkan identitas tertentu. Prabowo menyebut gagasan mendirikan negara agama, negara berdasarkan suku, maupun negara berdasarkan ras sebagai sumber perpecahan.

"Mereka ingin punya paham lain. Ada yang ingin mendirikan negara agama, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan suku, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan ras. Ini sumber perpecahan," ujarnya.

Prabowo Minta Indonesia Tetap Waspada

Prabowo juga mengaitkan ancaman perpecahan dengan berbagai konflik dan peperangan yang terjadi di sejumlah negara. Menurutnya, konflik dapat berkembang ketika para pemimpin tidak waspada dan masyarakat kehilangan persatuan.

"Kita lihat di seluruh dunia sekarang perang, pertikaian, perang, pertikaian, pertumpahan darah, puluhan ribu ibu-ibu, anak-anak, orang tidak berdosa mati tiap hari. Kenapa? Pemimpin-pemimpinnya tidak waspada. Kenapa? Terpecah," tuturnya.

Ia mengingatkan Indonesia tidak boleh menganggap remeh potensi gangguan terhadap persatuan nasional. Meski demikian, Prabowo menyatakan optimistis kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mampu menghadapi berbagai ancaman.

"Dan ada kelompok-kelompok di Indonesia yang ingin negara kita pecah. Tapi percayalah, kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang, dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik," tegasnya.

Singgung Kelompok Bermental Mafia

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti pihak-pihak yang dinilainya tidak setia kepada Pancasila dan NKRI. Ia turut mengkritik kelompok yang memiliki mentalitas mafia dan berupaya mengambil kekayaan negara untuk kepentingan pribadi.

Menurut Prabowo, pihak-pihak yang mengutamakan kepentingan sendiri dengan merugikan negara pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi.

"Mereka-mereka yang hatinya tidak baik pasti ketahuan. Dan saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah, mereka-mereka yang bermental mafia, yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal," ujarnya.

Prabowo kemudian meminta para guru dan tenaga pendidik di SMA Taruna Nusantara untuk membimbing para siswa dengan menanamkan nilai patriotisme, integritas, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Ia menegaskan Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kejujuran dan komitmen terhadap kepentingan bangsa.

"Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pinter, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara," kata Prabowo.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas