Home › Nasional

Baznas DKI Bantu Korban Terdampak Karhutla Kalimantan, Balita dan Lansia Diutamakan

Oleh : rio apricianditho - Jum'at, 30/10/2026 19:35 WIB


Baznas DKI Bantu Korban Terdampak Karhutla Kalimantan, Balita dan Lansia Diutamakan

Jakarta, INDONEWS.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, kabut asap mengganggu kualitas udara dan mengancam kesehatan warga, terutama balita dan lanjut usia (lansia). Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan, Jumat (30/10).

Hal itu diungkap Baznas saat menggelar konfrensi pers, di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Dr. Akhmad H. Abubakar MM. Prof. Benyamin M.Pd, M. Nurento SE, dan Dr. KH Nuralam MM.

Ketua Baznas menjelaskan, bantuan difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Dalam upaya tersebut, Baznas telah lebih dahulu mengirimkan bantuan logistik dan menerjunkan relawan atau amil sebanyak 10 orang dalam dua tahap. Pengiriman relawan dilakukan untuk menjajaki kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.

"Kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Terutama balita dan lansia yang mengalami sesak napas akibat paparan asap", ungkapnya.

Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga perlengkapan pendukung kesehatan sesuai hasil pendataan dan koordinasi dengan Baznas di Kalimantan Tengah.

Dikatakan, kondisi kualitas udara di wilayah terdampak sempat mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan informasi yang diterima, angka kualitas udara yang sempat berada di kisaran 1.900 kemudian turun menjadi sekitar 600, bahkan 200–300. Meski hujan telah turun dan kondisi udara mulai membaik hingga berada di kisaran 100, hal tersebut belum sepenuhnya dinyatakan aman.

"Masyarakat terdampak tetap membutuhkan dukungan agar kondisi kesehatan pulih dan mereka dapat kembali menjalankan aktivitas serta mencari nafkah seperti sediakala", ujarnya.

Baznas mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan untuk berpartisipasi melalui donasi zakat, infak, dan sedekah.

Penggalangan dana dilakukan melalui platform Simpul Kebaikan.id dengan target pengumpulan donasi hingga 30 November 2026. BAznas berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

Sementara Baznas menyiapkan 4 program tanggap darurat disiapkan untuk menjangkau sedikitnya 1.500 jiwa penerima manfaat langsung, dengan fokus pada perlindungan kesehatan kelompok rentan.

Baznas memberangkatkan tim respons dan pemulihan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bertajuk “Napas untuk Negeri” ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Aksi berlangsung pada 30 Oktober–6 November 2026 dan berfokus melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari bahaya asap Karhutla.

Respons ini diwujudkan melalui empat program utama, yaitu Rumah Sehat Oksigen, Layanan Home Visit Medis, Pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh, serta Logistik dan Dukungan APD. Aksi ditargetkan menjangkau sedikitnya 1.500 jiwa penerima manfaat langsung di wilayah terdampak, dengan total alokasi anggaran Rp223.442.500.

Karhutla di Kalimantan Tengah dan berbagai wilayah Indonesia memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), merusak lingkungan, dan melumpuhkan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang dipublikasikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 21 Oktober 2026 tercatat 333.470 kasus ISPA akibat kabut asap Karhutla di 68 kabupaten/kota pada 7 provinsi prioritas. Dari total kasus tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak usia 0–5 tahun, sementara pada kelompok lanjut usia (≥60 tahun) tercatat 49.680 kasus.

Tercatat pula 10 korban meninggal dunia, termasuk warga terdampak dan petugas pemadam, serta 349 korban luka-luka. Pemantauan titik panas (hotspot) mencakup 81 kabupaten/kota. Meski jumlah hotspot nasional sempat turun menjadi 147 titik pada 25 Oktober, Kalimantan Tengah tetap menjadi wilayah prioritas penanganan darurat.

Empat Program Utama “Napas untuk Negeri”

1. Rumah Sehat Oksigen (Shelter Steril Tahan Asap). Program ini menyediakan shelter dengan udara tersaring steril berteknologi filter HEPA, dilengkapi unit medis, tabung oksigen, nebulizer, kipas penyejuk, dan velbed pasien. Shelter menjadi tempat pemulihan dan terapi pernapasan darurat bagi balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang mengalami sesak napas. Layanan dipusatkan pada 1 titik lokasi utama di Palangka Raya, dengan kapasitas 500 penerima manfaat.

2. Layanan Home Visit Medis (Door-to-Door). Berkolaborasi dengan dr. Ardi Santoso, Sp.A., M.Kes., tim mendatangi langsung rumah-rumah warga yang terisolasi asap tebal. Layanan meliputi pemeriksaan saturasi oksigen dan kesehatan, terapi nebulizer bagi penderita ISPA atau sesak napas, serta pembagian paket obat dan vitamin harian. Layanan ini menargetkan 100 keluarga atau sekitar 400 jiwa.

3. Pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh. Paket disalurkan bersamaan dengan Layanan Home Visit Medis, berisi biskuit, susu steril, susu, Vitamin C dan Caviplex, serta masker KN95 atau masker medis. Paket ini ditujukan untuk memenuhi gizi, menjaga daya tahan tubuh, dan melindungi saluran pernapasan keluarga.

4. Logistik dan Dukungan APD. Untuk mendukung pemadaman, disalurkan 2 unit mesin pompa Alkon set pemadam bagi penanganan titik api prioritas. Demi keselamatan petugas, disalurkan pula 100 paket APD berupa masker respirator beserta refil, kacamata goggles, sarung tangan safety, dan sepatu bot safety.

Baznas (BAZIS) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan mendukung saudara-saudara di Kalimantan yang terdampak bencana asap Karhutla. Donasi dapat disalurkan melalui tautan s.id/daruratoksigen.

Baznas Tanggap Bencana siap siaga memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel hingga kualitas udara kembali pulih.

Artikel Lainnya