indonews

indonews.id

Pilot Sempat Laporkan Es Tipis Sebelum Learjet Jatuh dan Tewaskan 9 Orang di Florida

Sebuah jet bisnis Learjet 60 jatuh dan menukik ke jalan raya di Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat (AS), Minggu (1/11/2026) siang waktu setempat. Seluruh sembilan orang di dalam pesawat tewas. Rekaman komunikasi menara kontrol menunjukkan, beberapa menit sebelum jatuh, pilot masih melaporkan lapisan es tipis di badan pesawat yang dinilainya dapat dikendalikan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Pilot Sempat Laporkan Es Tipis Sebelum Learjet Jatuh dan Tewaskan 9 Orang di Florida
Ilustrasi pesawat jatuh. Jet bisnis Learjet 60 jatuh di Greenacres, Palm Beach County, Florida, AS, Minggu (1/11/2026), menewaskan sembilan orang. (Foto: Dok. Indonews)

Jakarta, INDONEWS.ID – Sebuah jet bisnis Learjet 60 jatuh dan menukik ke jalan raya di Greenacres, Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat (AS), Minggu (1/11/2026) siang waktu setempat. Seluruh sembilan orang di dalam pesawat tewas. Rekaman komunikasi menara kontrol menunjukkan, beberapa menit sebelum jatuh, pilot masih melaporkan lapisan es tipis di badan pesawat yang dinilainya dapat dikendalikan.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyatakan pesawat jatuh sekitar pukul 12.50 waktu setempat dan seluruh penumpang serta awak meninggal dunia. Lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 11 kilometer di barat daya West Palm Beach.

Menurut Badan Penerbangan Federal AS (Federal Aviation Administration/FAA), jet pribadi itu lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, dengan tujuan Bahama. Pesawat terbang ke arah timur pada ketinggian sekitar 35.000 kaki.

Identitas para korban belum diumumkan otoritas setempat. Gubernur Florida Ron DeSantis menyebut tidak ada laporan korban jiwa maupun luka di darat.

Dari Es Tipis ke Panggilan Darurat

Rekaman komunikasi lalu lintas udara yang dipublikasikan LiveATC.net dan dikutip NBC Miami memperlihatkan bagaimana situasi berubah dalam hitungan menit.

Awalnya, pilot melaporkan es mulai menempel di badan pesawat disertai turbulensi yang membuat pesawat terguncang hingga sekitar 700 kaki. Pilot menyebut kondisi itu masih dapat dikendalikan.

"We have light, clear ice that is manageable and moderate turbulence," kata pilot dalam rekaman tersebut.

Setelah memasuki area hujan, awak meminta izin menambah ketinggian. Tak lama kemudian, pilot menyatakan keadaan darurat karena pesawat kehilangan ketinggian dengan cepat. Kecepatan turun pesawat dilaporkan mencapai 10.000 hingga 20.000 kaki per menit, dan menurut data pelacakan penerbangan sempat menyentuh 30.000 kaki per menit, melampaui batas desain pesawat.

Pilot kemudian mengirimkan panggilan mayday. Pesawat berbelok tajam ke kanan sebelum menghantam tanah dengan sudut curam dan terbakar.

Penyebab Masih Diselidiki

Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (National Transportation Safety Board/NTSB) memimpin penyelidikan dengan dukungan FAA. Hingga Senin (2/11/2026), NTSB belum menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan.

Sejumlah pengamat keselamatan penerbangan yang dikutip media AS menilai lapisan es dan turbulensi bisa menjadi faktor yang membuat pesawat kehilangan daya angkat atau stall. Namun, dugaan itu bersifat awal dan masih menunggu hasil investigasi resmi.

Duffy menyebut peristiwa itu sebagai tragedi yang mengerikan. DeSantis, yang meninjau dampak kecelakaan, menggambarkan jatuhnya pesawat seperti rudal yang menghantam bumi.

Di darat, otoritas Palm Beach County mengevakuasi sekitar 600 warga dari kawasan permukiman rumah mobil di dekat lokasi. Ruas Military Trail yang tertimpa pesawat ditutup hingga waktu yang belum ditentukan karena area tersebut ditetapkan sebagai lokasi penyelidikan.

Tragedi di Greenacres menjadi pengingat bahwa laporan cuaca yang semula dianggap ringan di udara dapat berubah menjadi keadaan darurat hanya dalam hitungan menit.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas