AS Gempur Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Washington Klaim Serangan Defensif
Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru ke Pulau Qeshm, pulau terbesar Iran di Selat Hormuz. Seorang pejabat AS menyebut serangan itu sebagai langkah defensif, bukan tanda dimulainya kembali operasi militer berskala besar.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru ke Pulau Qeshm, pulau terbesar Iran yang terletak di Selat Hormuz, pada Senin (2/11/2026) waktu setempat. Seorang pejabat AS menyebut serangan itu sebagai "langkah defensif" dan bukan tanda dimulainya kembali operasi militer berskala besar, seperti dilaporkan Reuters dan AFP.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan sedikitnya lima ledakan beruntun terjadi di Qeshm. Warga setempat mengaku melihat dua pesawat melintas di atas pulau tersebut.
Mengutip The Wall Street Journal, serangan itu merupakan respons atas penembakan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran terhadap aset AS di Timur Tengah. Adapun Fox News melaporkan serangan dilakukan setelah Iran menembaki pesawat militer AS di kawasan tersebut.
The Wall Street Journal juga menyebut AS telah melakukan serangkaian serangan terbatas ke Iran dalam beberapa pekan terakhir tanpa pengumuman resmi. Serangan itu disebut bertujuan mencegah Iran leluasa menyerang kapal komersial di Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dan gas dunia yang diblokade Iran selama perang.
Pentagon menolak berkomentar dan merujuk pertanyaan ke Komando Pusat AS (CENTCOM). Hingga laporan itu diterbitkan, CENTCOM belum memberikan tanggapan.
Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung sekitar delapan bulan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Teheran untuk mengakhiri perang. Serangan ke Qeshm terjadi menjelang pemilu sela AS pada 3 November, yang disebut Trump sebagai pemilu paling penting dalam hidupnya.*
(Rikard Djegadut)