Jakarta, INDONEWS.ID - Sebuah proyektik tak dikenal menyerang kapal tanker saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (1/10/2026) waktu setempat. Serangan rudal tersebut memicu kebakaran pada kapal.
Dalam pernyataannya, United Kingdom Maritime Trade Operations Centre (UKMTO) menyebut kapal terkena "proyektil tak dikenal" ketika berada di perairan Selat Hormuz. "Proyektil tersebut mengakibatkan kebakaran," demikian keterangan UKMTO, seperti dikutip dari laporan yang diterima badan maritim Inggris, dikutip Jumat (2/10/2026).
UKMTO mengatakan seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. Namun, badan itu belum mengetahui tingkat kerusakan yang dialami kapal tanker.
Identitas kapal juga belum diungkap, termasuk negara yang menjadi bendera kapal dan tujuan pelayarannya. UKMTO pun tidak menjelaskan apakah kapal tersebut membawa minyak mentah maupun gas alam cair (LNG).
Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Sebelum serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global disebut melewati selat tersebut.
Ketegangan di kawasan itu meningkat setelah Iran menghalangi sejumlah kapal komersial dan menembaki kapal yang dituduh berlayar tanpa izin. AS kemudian merespons dengan melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai upaya menghambat ekspor minyak Teheran.
AS sendiri belum melancarkan serangan terhadap target Iran sejak 1 September. Namun, kapal-kapal masih dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz, menjaga jalur energi tersebut tetap berada dalam bayang-bayang konflik.