Gandeng ABPEDNAS, PNM Perkuat Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Ibu-ibu di Desa
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan ABPEDNAS di Menara PNM, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Kerja sama ini menyasar literasi keuangan dan pemberdayaan desa, terutama kaum ibu.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK Nasional (ABPEDNAS) di Menara PNM, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Kerja sama ini difokuskan pada literasi keuangan dan pemberdayaan desa.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, kerja sama ini berangkat dari kesamaan komunitas. ABPEDNAS memiliki organisasi sayap Srikandi Jaga Desa yang beranggotakan kaum ibu, sama seperti nasabah PNM.
"Di ABPEDNAS itu ada Srikandi Jaga Desa, yang anggotanya pasti ibu-ibu. Itu berhubungan dengan nasabah-nasabah kita, yang memang dari kalangan ibu-ibu. Kita akan berkolaborasi untuk memberdayakan masyarakat di perdesaan, terutama ibu-ibunya," kata Kindaris.
Kindaris berharap kerja sama ini memperluas jaringan PNM hingga ke daerah. Dengan jaringan yang makin luas, PNM juga akan mendapat lebih banyak masukan dari daerah untuk perbaikan perusahaan.
"Dampaknya, pasti ada kerja sama yang positif. Paling tidak, kita mendapat feedback dan sebagainya dari kerja sama ini, karena jaringan kita juga makin luas," ujarnya.
Soal langkah konkret, Kindaris menyebut kedua komunitas akan saling bersinergi. Keanggotaan keduanya pun bisa saling mengisi.
"Nanti mungkin nasabah kita yang belum menjadi anggota Srikandi bisa menjadi anggota. Sebaliknya, anggota Srikandi juga bisa menjadi potensi kita, yaitu menjadi nasabah PNM," jelasnya.
Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Danang Suryo Wibowo, menyebut aplikasi Jaga Desa bisa dikaitkan dengan PNM, meski PNM merupakan program tersendiri dan bukan program desa.
"Dengan adanya ini, kita juga ikut memonitor dan membantu mengaplikasikan Asta Cita, yaitu membangun dari desa, memulai dari bawah, untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Danang.
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap ABPEDNAS yang dibentuk pada 20 Juni 2026 untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, menilai kerja sama ini menguntungkan kedua pihak.
"Intinya, nasabah PNM bisa bertambah lebih banyak, begitu juga anggota ABPEDNAS bisa bertambah lebih banyak. Jadi sama-sama enak. Srikandi Jaga Desa dapat akses modal, karena PNM banyak duitnya," kata Sherly.*
(Rikard Djegadut)