Nasional

BMKG Imbau Warga Cisolok Waspada Longsor Susulan

Oleh : Ronald Tanoso - Sabtu, 12/01/2019 12:45 WIB

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengimbau agar daerah rawan longsor tidak dijadikan area permukiman warga, tetapi dijadikan kawasan lindung

Jakarta, INDONEWS.ID - Mengantisipasi terhadap kemungkinan longsor susulan karena curah hujan yang masih tinggi, masyarakat Dusun Cimapag, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, diminta untuk waspada.

Diungkapkan oleh Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, bahwa dengan kondisi curah hujan seperti sekarang, maka besar kemungkinan akan adanya longsor susulan tersebut.

"Sebaiknya masyarakat tetap waspada dan menjauhi daerah-daerah yang rawan longsor. Terlebih daerah ini memiliki kemiringan lereng yang terjal dan tersusun oleh tanah gembur," ungkapnya dari keterangan pers, yang diterima pada, Sabtu (1/12/2019).

Dwikorita mengatakan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memetakan wilayah rentan longsor, sementara BMKG bertugas memberikan peringatan dini terkait informasi curah hujan dan cuaca ekstrim kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Dengan demikian, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih tanggap dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayahnya.

"Dalam peta tersebut, wilayah ini termasuk zona menengah dan tinggi untuk pergerakan tanah. Artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, yaitu hujan dengan intensitas lebat atau hujan dengan durasi panjang selama beberapa jam ataupun beberapa hari," katanya.

Selain itu, Dwikorita juga mengimbau agar daerah rawan longsor tidak dijadikan area permukiman warga, tetapi dijadikan kawasan lindung. Menurut dia, relokasi menjadi pilihan tepat bagi warga setempat agar kejadian tersebut tidak lagi terulang.

Menurutnya, daerah yang rawan longsor akan lebih ditanami dengan tanaman yang memiliki akar tunggang seperti tanaman vetifer atau akar wangi. Ia menjelaskan, tanaman akar wangi bermanfaat untuk memperlambat dan menyebarkan limpasan air, mengurangi erosi tanah dan menguatkan daya ikat tanah pada lereng agar lebih stabil.

"Sementara itu, pencetakan sawah beririgasi atau kolam/empang pada atau di atas lereng yang rawan longsor harus dihindari karena dapat meresapkan air ke dalam tanah yang mengakibatkan tekanan air meningkat dan mendorong butiran-butiran tanah bergerak longsor," ujarnya. (ronald)

 

Artikel Terkait