Profile

Diawali Rugi Belasan Milyar, Reza Aswin Kini Menjadi Ahli Forex

Oleh : tirto prima putra - Sabtu, 17/08/2019 09:11 WIB

Reza Aswin

Jakarta, indonews.id - Pada tahun 1990-an, Reza Aswin memperdalam keilmuannya di bidang ekonomi dengan mengikuti pendidikan program pasca sarjana. Saat ini, Reza Aswin adalah seorang master dalam bidang Pemasaran Global dari STIE Jakarta. Pendidikan tersebut mendukung Reza Aswin lebih fokus pada bidang ekonomi, terutama Forex.

5 tahun awal kehilangan modal uang hingga sebesar Rp. 17 miliar membuatnya lebih memahami metode-metode baru untuk mendapatkan profit. Kegagalan di masa-masa awal tersebut memaksa Reza Aswin belajar dari beberapa mentor terbaik di Indonesia dan luar negeri. Hasil dari belajar kepada para mentor justru membuat Reza Aswin semakin rugi. Mentor memang menurut Reza bukanlah sebab utama dalam hal ini, tapi yang menarik dirinya justru menyoroti ketidakcocokan metode mentor dan karakter dirinya sendiri. Tidak cocoknya antara mentor dan anak didik ini justru berpotensi menciptakan kerugian yang semakin banyak.

Tahap berikutnya dari fase pengalaman bisnis Reza, dirinya dipertemukan dengan konsultan yang menangani bisnis salah satu konglomerat di Indonesia. Hampir semua konglomerat jarang kalah atau rugi karena memiliki konsultan yang baik dan handal. Reza Aswin belajar 3 tahun dengan konsultan tersebut yang hasilnya cukup menggembirakan, dirinya semakin memahami bagaimana cara mendapatkan profit banyak lewat Forex.

Setelahnya, 7 tahun terakhir Reza mendapati hasil pengujian terhadap Forex. Hasilnya, Forex menjanjikan keuntungan konstan setiap bulannya minimal sebesar 5%. Dengan hasil tersebut, Reza Aswin membuat pelatihan untuk generasi muda yang memiliki kondisi ekonomi kurang mampu.

Kondisi yang sering ditemui Reza adalah banyak orang tua yang ingin anaknya sekolah tinggi, namun anaknya lebih memilih bermain game ketimbang sekolah/kuliah hingga akhirnya sekolah/kuliah tidak selesai. Pelatihan yang dibangun Reza Aswin ingin memperkenalkan bisnis keuangan seperti layaknya mereka bermain game.

Dan metode yang dikembangkan Reza ini cukup membuahkan hasil, terbukti dengan beberapa alumni pelatihan Reza Aswin sukses mendapatkan penghasilan hingga Rp. 50 juta/bulan. Pendapatan tersebut rata-rata didapatkan setelah peserta mengikuti pelatihan dan menggeluti bidang Forex selama 4 bulan. Anak-anak muda alumni pelatihan Reza Aswin, dengan rentang usia sekitar 18 tahun hingga 20 tahun tersebut, sangat berterima kasih atas ilmu dan pelatihan yang didapatkan. Pada umumnya ketika mereka berterima kasih dan menceritakan kondisi mereka yang saat ini sudah mampu membahagiakan orang tua, hal tersebut menjadi lebih berharga bagi Reza Aswin.

Reza berharap bahwa ke depannya banyak orang yang menggeluti bidang Forex dengan cara yang benar. Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah ketika mengawali bisnis Forex dengan investasi dana terlebih dahulu. Menurut Reza idealnya seseorang melakukan investasi waktu untuk belajar memahami Forex berikut risikonya terlebih dahulu. Kejadian yang kerap terungkap yakni konsultan atau marketing memberikan janji kepada pemilik modal untuk segera menggunakan dananya. Bahkan di market Wallstreet sekalipun, kita akan lebih banyak menemukan "bujuk rayu marketing" dibandingkan bisnis itu sendiri. Reza Aswin berharap investor menyimpan dana terlebih dahulu dan belajar memahami Forex sebelum terjun sepenuhnya dalam praktik.

Reza Aswin percaya bahwa Forex adalah bisnis yang sempurna dan diprediksi akan tetap kuat ke depannya. Forex tidak membutuhkan modal yang besar untuk memulai. Ketika bisnis riil terancam atau turun, bisnis pasar modal dan Forex justru naik. Kemungkinan migrasi investor dari bisnis riil terjadi cukup tinggi.

Walau demikian, sangat disayangkan banyak penipuan berkedok Forex. Membedakan antara konsultan yang kredibel dan penipu cukup mudah yakni melakukan pengecekan legalitas dan track record perusahaan konsultan tersebut. Jejak digital sangat memungkinkan calon klien mengetahui perusahaan tersebut.

Keunggulan Forex yakni, tidak ada masalah dengan keterbatasan konsumen. Hal ini berbeda dengan umumnya bisnis yang akan berbagi pasar ketika kompetitor hadir.

Loading...
TAGS : forex ekonomi

Artikel Terkait