Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Indonesia di Gedung Senat Amerika Serikat

Oleh : Marsi Edon - Sabtu, 21/09/2019 19:30 WIB

Penyelenggaraan Resepsi Diplomatik dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di ibukota Amerika Serikat.(Foto:Dokumentasi KBRI Washington D.C.)

 

Jakarta,INDONEWS.ID -Penyelenggaraan Resepsi Diplomatik dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di ibukota Amerika Serikat tahun ini agak berbeda dari biasanya. Jika selama ini Wisma Indonesia menjadi lokasi penyelenggaraan, pada resepsi tahun ini, Gedung Senat AS di Capitol Hill yang sangat bersejarah dipilih menjadi tempat resepsi untuk memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI, sekaligus merayakan 70 tahun hubungan diplomatik RI-AS yang jatuh pada tahun ini. Jakarta, Sabtu,(21/09/2019)

Lebih dari 300 undangan hadir di gedung tempat bekerja para senator dan anggota kongres AS ini. Disamping para Duta Besar dari negara-negara ASEAN dan beberapa negara sahabat, hadir pula perwakilan dari Pemerintah AS. Tampak antara lain Marie Royce, Assistant Secretary of State for Educational and Cultural Affairs; Randall G. Schriver, Assistant Secretary of Defense for Indo-Pacific Security Affairs; dan Duta Besar Nathan Sales, Act. Under Secretary of State for Security, Democracy, and Human Rights/Coordinator for Counterterrorism. Diantara anggota kongres yang hadir adalah Ted Yoho (R-FL), John Shimkus (R-IL), dan Don Bacon (R-NE). Hadir pula Senator Tammy Duckworth (D-IL) yang juga anggota Senate Armed Services Committee.

"Di tempat bersejarah ini, bertepatan dengan 70 tahun perayaan hubungan bilateral RI-AS, saya ingin mengingatkan kontribusi paling penting dari AS untuk Indonesia, yaitu dukungannya terhadap Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melalui pengakuan internasional. Banyak diplomat dan juru runding AS terlibat dalam Komite Jasa Baik untuk Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Komite Tiga Negara yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap Duta Besar RI Mahendra Siregar mengungkapkan salah satu alasan pemilihan Capitol Hill sebagai tempat resepsi diplomatik kali ini.

Marie Royce, Assistant Secretary of State for Educational and Cultural Affairs, Kementerian Luar Negeri AS, menggarisbawahi pentingnya terus mengembangkan kemitraan RI-AS di berbagai bidang, termasuk program-program pertukaran pendidikan, professional, budaya, dan olahraga.

"Lebih dari 10 ribu masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam program pertukaran RI-AS. Sebagai bagian dari perayaan 70 tahun hubungan pertukaran berbagai ide antara Indonesia dan AS, Kedubes AS di Jakarta menyediakan 70 beasiswa jenjang master melalui Fulbright”, terang Marie Royce.

“Kami sangat bangga dengan hubungan pertahanan kedua negara. Hubungan keamanan RI-AS juga cukup kokoh. Indonesia-AS memiliki kerja sama di semua matra, seperti Angkatan Udara berupa kegiatan menerbangkan F-16 bersama, latihan tahunan Angkatan Laut RI-AS, dan Garuda Shield bagi Angkatan Darat,” ujar Randall G. Schriver, Assistant Secretary of Defense for Indo-Pacific Security Affairs dalam sambutannya mewakili Menhan AS Mark Esper. “Hubungan pertahanan memiliki pondasi yang kuat dan berpotensi besar untuk tumbuh, juga kerja sama lainnya termasuk counterterrorism. Kami berharap Indonesia dapat mengambil manfaat dari itu semua,” tambahnya.

“Tujuh puluh tahun hubungan diplomatik merupakan tonggak sejarah untuk melihat ke depan. Indonesia merupakan pemimpin di Kawasan Asia Tenggara dan mitra penting bagi AS dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin global. Malam ini menjadi kick-off kemitraan untuk semua isu yang penting bagi kedua negara, seperti pembangunan ekonomi, hubungan budaya, juga bidang-bidang lain termasuk mengenai kebebasan navigasi di Kawasan Asia Pasifik. AS membutuhkan sebanyak mungkin teman di dunia,” ujar Senator Tammy Duckworth.

“Strategic Partnership dibuat agar Indonesia dan AS dapat lebih dekat secara ekonomi, diplomatik, budaya, dan keamanan internasional. Dunia kita menjadi tempat yang lebih baik jika Indonesia dan AS berjuang bersama. Seiring dengan terus berkembangnya demokrasi dan tumbuhnya masyarakat kelas menengah di Indonesia, saya lihat Indonesia memiliki masa depan yang semakin baik,” kesan Congressman Don Bacon yang juga memuji Indonesia sebagai negara besar yang berhasil mengelola keberagamannya.

Iringan Gamelan Jawa dan berbagai lagu tradisional Jawa, yang dibawakan langsung oleh kelompok Gamelan KBRI Washington menambah nuansa khas Indonesia selama berjalannya resepsi. Para tamu juga dimanjakan dengan berbagai hidangan tanah air, seperti gado-gado, nasi goreng, sate ayam dan sate sapi, serta tempe. Onde-onde, wajik, lapis legit, dan kue pandan rupanya juga cukup menggoda selera para tamu. Sebelum meninggalkan resepsi, seluruh tamu undangan diberikan bingkisan kopi khas Indonesia.

“Persembahan musik tradisional, makanan, dan kue-kuenya, semua sangat mengesankan. Kombinasi yang pas. Kalian mempersiapkannya dengan profesional!” Komentar Patrick, wakil dari Kantor Walikota Washington, D.C. sambil tersenyum dan mengacungkan jempol tangannya.

Ruangan Kennedy Caucus di Russell Senate Building yang menjadi tempat acara resepsi adalah ruangan pertemuan tertua di Senat AS. Dibangun pada tahun1909, ruangan ini pernah menjadi tempat pertemuan dan dengar pendapat sejumlah isu penting, diantaranya investigasi tenggelamnya Kapal Titanic (1912), investigasi Pearl Harbor (1946), dan isu Watergate (1973-1974). Nama Kennedy ditetapkan sebagai nama ruangan tersebut oleh Senat AS pada tahun 2009 untuk menghormati 3 bersaudara Kennedy (John, Robert, dan Edward) yang pernah bertugas sebagai senator.*

Loading...

Artikel Terkait