Nasional

Hari Listrik Nasional, Menteri ESDM : Kapasitas Listrik Indonesia Lebih Kecil Dibanding Cina

Oleh : Ronald T - Rabu, 09/10/2019 20:24 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. (Foto : Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Singapura, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membuka rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 di Jakarta Convention Center, Rabu (9/10/2019).

Peringatan HLN ke-74 dilaksanakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Nasional (MKI) dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero). Tema yang diangkat tahun ini adalah `Keberlanjutan Sektor Ketenagalistrikan dalam Menghadapai Era Industri 4.0`.

Dalam pidatonya, Menteri Jonan menyebut kapasitas listrik terpasang Indonesia masih tergolong kecil. Jonan menyebut, hingga 2024 kapasitas listrik terpasang diperkirakan baru mencapai 100 gigawatt (GW).

Sementara hingga akhir tahun ini, Jonan memperkirakan kapasitas listrik terpasang baru mencapai 70 GW.

"2024 nanti direncanakan akan tambah jadi total 90 GW. Jadi, nerusin 35 GW yang belum selesai. Banyak yang sudah konstruski. Kalau demand tinggi bisa sampai 100 GW. Jadi, ini engga terlalu besar," kata Jonan.

Jonan pun membandingkan jika kapasitas listrik terpasang Indonesia itu berbeda jauh dengan China. Dia mengungkapkan, kapasitas listrik China bisa 15 kali dari kapasitas listrik Indonesia.

"Kapasitas terpasang China itu gak besar cuma 1.131 GW. Kalau dibandingkan itu 15 kali kapasitas terpasangnya China. Jumlah penduduknya 4 kali. Energi Baru Terbarukan (EBT) juga engga besar katanya, 300 GW katanya," jelas dia.

Kendati demikian, mantan Menteri Perhubungan ini menilai, upaya yang dilakukan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas listrik terpasang sudah maksimal. Bahkan, tambahnya, Indonesia berhasil menambah kapasitas listrik 40 persen dalam waktu lima tahun.

"Mengenai kapasitas listrik terpasang, (pada) 2014 lebih kurang 50 GW, sekarang 65-66 GW, hingga akhir tahun (2019) sekitar 70 GW, ada sekitar 19 GW tambahan kapasitas terpasang. Banyak tambahannya, sekitar 40 persen dalam lima tahun terakhir. Sampai akhir 2024, direncanakan akan menambah 90 GW, meneruskan program 35 GW yang belum selesai. Kalau demand tinggi, bisa sampai 100 GW. Terima kasih kepada stakeholder, IPP (Independent Power Producer), dan PLN," tandasnya. (rnl)

Loading...

Artikel Terkait