Nasional

Polisi Dalami Kasus Mobil Berisi Sajam Yang Halangi Tamu Negara

Oleh : Ronald T - Minggu, 20/10/2019 23:30 WIB

Penampakan mobil Nissan Terra warna putih berisi senjata tajam (Sajam) yang menghalangi tamu negara. (Foto : istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Penyidik Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami terkait mobil yang menghalangi kendaraan tamu negara serta membawa senjata tajam di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dua orang berinisial IL dan HS diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, IL merupakan pemilik mobil, sedangkan HS adalah pengemudi. Saat itu mereka diamankan karena ditemukan senjata tajam di mobil Nissan Terra warna putih berpelat B 1 RI.

"Pemilik IL, usia 39 tahun, warga Bintara Jaya, Bekasi Barat, pekerjaan PNS. Sementara identitas pengemudi atas nama HS usia 36 tahun, wiraswasta," kata Argo, Minggu (20/10/2019).

Sementara itu, kendaraan tersebut telah terparkir di depan Unit Jatanras. Mobil tersebut kini telah dijadikan salah satu barang bukti atas kasus ini.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengamankan dua pria mencurigakan yang kedapatan membawa senjata tajam di Hotel Raffles, Jalan Prof DR Satrio, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Dua orang tersebut berinisial IL dan HS.

"Jadi kendaraan mereka ini yakni Nissan Terra warna putih terparkir di lobby hotel. Kendaraan ini menghalangi lintasan tamu negara," ujar Argo.

Setelah digeledah, di dalam mobil didapati senjata tajam jenis parang (senjata adat) 2 buah, plat nopol palsu B 1442 KJM, pin anggota PKRI, kartu anggota PKRI atas nama Haryono Sangaji, serta undangan pelantikan Presiden dan Wapres RI atas nama Marsekal Madya TNI Purn Trisno Hendradi.

Sementara pemilik mobil diketahui adalah Prof DR Irwannur Latubual, warga Jalan Raya Kampung Setu Nomor 43 RT 014/002, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat. Sedangkan pengemudi mobil adalah Haryono Sangaji (36), asal Taliabu Selatan, Sula, Maluku Utara. (rnl)

 

Loading...

Artikel Terkait